Breaking News:

Hukum

Bantuan Hukum Pro Bono, Sofyan Yosadi: Selama Hayat Dikandung Badan Saya Akan Berjuang Bela Korban

Apa saja profesi kita, baik penegak hukum, wartawan, pendidik hingga tenaga kesehatan, kita semua punya potensi untuk membantu orang-orang yang butuh.

Penulis: Martsindy Rasuh
Editor: Rizali Posumah
Istimewa
Advokat Sofyan Jimmy Yosadi, Sang Pelayan Kebajikan, Advokat dari kampung di tanah Minahasa. 

Apalagi, ungkap Yosadi, rata-rata korban dan keluarganya berasal dari keluarga kurang mampu dan tidak mampu membayar pengacara.

"Tentu mereka harus mendapatkan keadilan dan berhak mendapatkan keadilan," katanya lagi.

Ia pun lantas mengungkapkan, bahwa dalam melakukan kerja kemanusiaan, dia tidak memikirkan jabatan apapun.

"Tidak akan pernah berubah, selama hayat dikandung badan, saya akan tetap berjuang bersama membela korban anak dan perempuan sebagai misi menjalankan tugas kemanusiaan," tegasnya.

Hal ini dilakukan sudah lama dan bukan sekedar eksis atau mencari popularitas. Tidak banyak yang peduli tapi dia masih menemukan kawan seperjuangan bersama, rekan-rekan advokat yang mempunyai visi dan misi yang sama di Indonesian Feminist Lawyers Club (IFLC) yang "lahir dari rahim komnas perempuan". 

"Kerja-kerja kemanusiaan yang tidak mendapatkan pemasukan dana bahkan keluar dana pribadi serta resiko tinggi. Tidak banyak yang mau melakukannya," tuturnya.

Tentu, lanjut Yosadi, sebagai advokat yang bekerja profesional dibayar jasanya, ia selalu berprinsip hidup perlu keseimbangan. Ada saatnya sebagai advokat dibayar dan ada saatnya pro bono. 

"Hidup hanya sekali maka buatlah hidup lebih hidup yang bisa memberi manfaat bagi orang lain, berbuat kebajikan apapun profesi kita. Saya memilih jalan sunyi yang tidak semua orang mau melaluinya," katanya.

Tentu, putusan atas pelaku predator anak dan kekerasan terhadap perempuan bukan untuk balas dendam atau sekedar memberi efek jera, tapi memberi peringatan keras juga bagi orang lain agar tidak melakukan kekerasan seksual, pelecehan dan pencabulan terhadap anak serta KDRT terhadap perempuan. 

"Saya dan teman-teman akan terus berjuang bersama agar disahkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual," terangnya 

Halaman
1234
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved