Hukum

Bantuan Hukum Pro Bono, Sofyan Yosadi: Selama Hayat Dikandung Badan Saya Akan Berjuang Bela Korban

Apa saja profesi kita, baik penegak hukum, wartawan, pendidik hingga tenaga kesehatan, kita semua punya potensi untuk membantu orang-orang yang butuh.

Penulis: Martsindy Rasuh | Editor: Rizali Posumah
Istimewa
Advokat Sofyan Jimmy Yosadi, Sang Pelayan Kebajikan, Advokat dari kampung di tanah Minahasa. 

Kontributor Tribun Manado, Martsindy Rasuh

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Ada banyak cara bagi kita untuk membantu orang lain, atau terjun bergelut demi kemanusia.

Apa saja profesi kita, baik penegak hukum, wartawan, pendidik hingga tenaga kesehatan, kita semua punya potensi untuk membantu orang-orang yang membutuhkan.

Seperti halnya yang dilakukan seorang advokat ternama asal Minahasa, Sofyan Jimmy Yosadi

Kepada Tribun Manado, Selasa (16/2/2021) ia berkisah, bahwa belum lama ini, kasus yang sedang dan sementara ditanganinya di Pengadilan Negeri (PN) Amurang Kabupaten Minahasa Selatan telah mendapat putusan oleh majelis hakim, kasus ini mengenai predator pelaku terhadap anak perempuan yang didampinginya sejak proses di Polsek Tenga Minsel.

Bahkan, dirinya berkali-kali bolak balik diskusi bersama keluarga di Minahasa Selatan hingga pendampingan korban anak saat menjadi saksi di sidang PN Amurang, dan menuai hasil maksimal serta memenuhi rasa keadilan

Menarik dalam peristiwa ini adalah niatnya untuk membantu korban dan keluarga. Sampai-sampai, kerja kerasnya, menghasilkan hasil maksimal dan profesional. 

Momen paling menyentuh hati ketika seorang Wakil Sekjen DPP PERADI ini memberikan bantuan hukum pro bono, cuma-cuma tanpa berbayar demi melindungi korban anak usia 14 tahun yang harus berhenti dari bangku SMP dan pada Januari 2021 lalu karena telah melahirkan anak laki-laki. 

"Saya mendapatkan kabar dari penyidik dan teman di pengadilan bahwa pelaku bejat tersebut dijatuhi vonis 14 tahun penjara oleh majelis hakim PN Amurang," ungkapnya senang.

Bahkan, karena kedekatannya bersama keluarga korban, dia pun langsung menelepon keluarga, memberikan informasi serta selalu berharap mereka tetap menjalin hubungan baik dan terus berkomunikasi dengannya, termasuk memberikan kabar perkembangan korban anak perempuan yang kini tinggal bersama neneknya. 

Ia pun menceritakan kasus yang hampir mirip terjadi di wilayah Hukum Polres Minahasa Utara. Korban anak perempuan usia 14 tahun kini telah menempati rumah aman.

Ayah korban telah meninggal dunia. Terpidana pelaku bejat tersebut adalah orang dekat yang menjalin hubungan tanpa ikatan pernikahan dengan ibu korban.

"Yang membuat saya stres karena peristiwa kekerasan terhadap anak ini diketahui ibunya," ungkapnya dengan nada kesal.

Pelaku yang sebelumnya tidak ditahan dan hanya dikenakan wajib lapor dengan alasan subjektif, namun setelah ia bertemu dengan Kapolres Minahasa Utara AKBP Grace Rahakbau akhirnya pelaku ditahan di rutan dan langsung diserahkan ke Kejaksaan proses tahap II.

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved