Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Internasional

Israel Kembali Lakukan Serangan Udara ke Suriah, Rudal Ledakkan Pinggiran Damaskus

Dalam video dan foto yang beredar, tampak rudal bersinar di langit Damaskus.

Editor: Isvara Savitri
Israel Defence Force
Foto dokumentasi ini memperlihatkan jet-jet Israel terbang dalam misi tempur. Berulang-ulang, dan sudah sering diprotes, Israel menggunakan wilayah udara Lebanon untuk menyerang wilayah Suriah. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, DAMASKUS - Militer Israel dilaporkan melakukan serangkaian serangan udara ke Suriah Utara pada Rabu (13/1/2021).

Merekapun kembali melanjutkan serangan udara di tempat yang sama pada Senin (15/2/2021) dini hari menurut WIB.

Berdasarkan video dan foto yang beredar, ledakan bom terjadi di pinggiran Kota Damaskus, Ibu Kota Suriah.

Sebelumnya awal Februari, Provinsi Quneitra di Suriah selatan dilaporkan menjadi sasaran serangan Israel.

Sistem pertahanan udara Suriah menangkis serangan udara dari wilayah Lebanon itu.

Suriah pascaserangan yang menewaskan tentara Turki
Suriah pascaserangan yang menewaskan tentara Turki (NewsWeek Idlib,)

Kantor berita SANA Senin dini hari mempublikasikan video dan foto yang diduga menangkap momen agresi udara Israel di dekat Damaskus.

Publikasi itu dikutip media Russia Today dan Sputniknews.

Menurut SANA, ledakan kuat terdengar di pinggiran barat Damaskus, menyusul serangan udara dari Dataran Tinggi Golan.

Rekaman tersebut diduga menangkap momen serangan itu, mengungkapkan apa yang tampak seperti rudal yang bersinar di langit gelap di atas ibu kota.

Sesudah itu terlihat cahaya terang menyibak kegelapan langit.  

SANA menyebutkan, pesawat Israel telah menyerang daerah di luar Damaskus menggunakan rudal.

Militer Suriah mengatakan sistem pertahanan udara mereka mencegat sebagian besar rudal yang diluncurkan jet-jet Israel.

Baca juga: Sosok Sukanto Tanoto, Raja Sawit RI yang Beli Properti Bekas Istana Raja Jerman

Profil Olly Dondokambey, Gubernur Sulut Dilantik Presiden, Sosok Dekat Megawati dan Jokowi

Serangan udara itu terjadi tak lama setelah Teheran memperingatkan Tel Aviv agar tidak "melewati garis merah" di Suriah, bersumpah akan memberikan tanggapan yang tegas.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) secara rutin menyerang wilayah Suriah dengan dalih untuk memusnahkan target Iran di sana.

Israel beralasan mencegah Teheran mendapatkan pijakan di wilayah tersebut.

Israel jarang mengakui serangannya ke wilayah Suriah, sejalan kebijakan lama tidak mengomentari serangan bom di luar negeri.

Awal bulan ini, Tentara Arab Suriah (SAA) mengumumkan unit pertahanan udaranya mencegat beberapa rudal yang ditembakkan Israel dari wilayah Dataran Tinggi Golan yang diduduki.

Menurut Tentara Arab Suriah, seperti yang dikutip oleh Kantor Berita Arab Suriah (SANA), musuh (Israel) melakukan agresi udara dari arah Golan Suriah.

Sumber tersebut mengklarifikasi pertahanan udara Suriah menghadapi rudal musuh dan menembak jatuh sebagian besar dari mereka, dan kerugian terbatas pada material.

Sebuah sumber dari Tentara Arab Suriah mengatakan kepada Al-Masdar News, ledakan sebagian besar terjadi di dekat perbatasan administratif Gubernuran Al-Suweida dan Damaskus.

Daerah ini sudah beberapa kali jadi target serangan sasaran Pasukan Pertahanan Israel awal tahun ini.

Tidak disebutkan korban jiwa atau luka terkait serangan itu.

Sejak awal 2021, Angkatan Udara Israel telah beberapa kali menyerang wilayah Republik Arab Suriah, termasuk serangan besar-besaran di gubernur timur Deir Ezzor dekat perbatasan Irak.

Israel Diduga Gempur Suriah Sesudah Pompeo Bertemu Kepala Mossad Yosi Cohen


Tentara Turki dan pejuang Suriah yang didukung Turki berkumpul di pinggiran utara kota Manbij di Suriah dekat perbatasan Turki pada Oktober 2019.

Jet-jet tempur Israel diduga menggelar serangkaian serangan udara ke  sasaran di Suriah utara, Rabu (13/1/2021).

Laman berita Aljazeera mewartakan berdasar sumber mereka, sekurangnya 38 orang tewas akibat serangan ini.

Sembilan di antaranya tentara Suriah.

Sisanya disebutkan anggota kelompok paramiliter.

Aljazeera menyebutkan, sekurangnya terjadi 18 gelombang serangan udara di timur kota Deir Ez-Zorr hingga Al Bukamal di perbatasan Suriah-Irak.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) mencatat, gelombang serangan udara itu yang terbesar sejak 2018.

Kelompok yang dijadikan target paramiliter Hizbullah Lebanon dan Brigade Fatimiyah, yang terdiri pejuang Afghanistan pro-Iran.

Israel tidak mengomentari informasi ini.

Menurut LSM yang berbasis di London itu, seorang pejabat senior intelijen AS yang mengetahui operasi itu mengatakan aksi itu direncanakan di Washington.

Kepada kantor berita The Associated Press, sumber itu mengatakan sejumlah gudang di Suriah utara yang diduga digunakan kelompok yang didukung Iran, jadi target yang dihancurkan.

Informasi keterlibatan intelijen AS itu diduga ada kaitan dengan pertemuan Menlu AS Mike Pompeo dan Kepala Mossad Yosi Cohen di Washington, Senin (12/1/20021).

Pejabat AS, yang meminta identitasnya tak disebutkan menurut AP, rencana operasi dirumuskan Pompeo dan Cohen, sebagai bagian usaha menekan pengaruh Iran di Suriah.

Militer Israel dan juga Washington tidak segera berkomentar.

Kantor berita negara Suriah SANA melaporkan serangan itu tetapi tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

"Pada pukul 1.10 pagi (23:10 GMT), musuh (Israel) melakukan serangan udara di kota Deir Ezzor dan wilayah Al Bukamal," tulis SANA, mengutip sumber militer.

“Hasil agresi saat ini sedang diverifikasi,” tambahnya. Sumber berita lokal DeirEzzor24 mengatakan sejumlah gudang dan situs milik milisi pro-Iran diserang di daerah itu.

"Mereka menembaki posisi Iran di Deir Ezzor," kata Omar Abu Laila, seorang aktivis yang berbasis di Eropa dari provinsi Deir Ezzor.

Presiden Hari Ini Lantik Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut, Olly: Tuhan Memberkati Torang Samua

79 Warga Sulut Sembuh Covid 19 di Hari Valentine

Serangan itu merupakan gelombang kedua aksi Israel di Suriah dalam waktu kurang dari seminggu.

Serangan udara terakhir pada 7 Januari 2021 mengincar sasaran di Suriah selatan dan selatan Damaskus.

Gempuran udara itu menewaskan tiga pejuang pro-Iran.

Israel secara rutin melakukan serangan di Suriah, sebagian besar terhadap target yang berafiliasi dengan Iran.

Tel Aviv mengklaim apa dikatakannya sebagai upaya mencegah musuh bebuyutannya (Iran) membuat pijakan lebih lanjut di sepanjang perbatasan Suriah-Israel di Golan.

Menurut media Israel, daerah yang diserang dilaporkan telah diserang oleh Israel lebih dari satu kali dalam beberapa tahun terakhir karena menampung sejumlah pangkalan yang digunakan oleh kelompok yang didukung Iran.

Daerah itu juga merupakan kunci koridor darat untuk Teheran yang menghubungkan Iran melintasi Irak dan Suriah melalui Lebanon.

Jalur itu menurut Israel dan AS digunakan Iran untuk menyelundupkan senjata dan roket, terutama ke kelompok bersenjata Hizbullah.

Iran menempatkan anggota militernya serta pejuang dari berbagai negara yang bertempur bersama milisi yang didukungnya di Suriah.

Israel tercatat menyerang 50 target di Suriah pada 2020, menurut laporan tahunan yang dirilis pada akhir Desember oleh militer Israel.

Militer Israel telah melakukan ratusan serangan udara dan rudal di Suriah sejak pemberontakan dan aksi teroris meletus di negara itu pada 2011.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menolak berkomentar atas tuduhan pemerintah Suriah tentang penyerangan di bagian timur Republik Arab Suriah.

Sumber Angkatan Bersenjata Suriah melaporkan sejumlah korban di pihak mereka, meskipun ada klaim serangan itu menargetkan pasukan Iran di Kegubernuran Deir Ezzor.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Israel Gempur Suriah, Rudal Meledak di Pinggiran Damaskus dan Israel Diduga Gempur Suriah Sesudah Pompeo Bertemu Kepala Mossad Yosi Cohen.

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved