Berita Boltim
Penyebab Pupuk Bersubsidi Langka di Bolaang Mongondow Timur
Mat Sunardi mengatakan, sulitnya para petani mendapatkan pupuk bersubsidi, itu hanya di beberapa daerah saja, dan secara Nasional jadi isu kelangkaan.
Penulis: Siti Nurjanah | Editor: Rizali Posumah
Seperti diketahui, beberapa waktu lalu Jokowi sempat mempersoalkan besarnya anggaran pupuk subsidi Rp 33 triliun tiap tahun, sementara beberapa produk pangan masih ada yang bergantung dari impor. Di sisi lain, petani juga sering mengeluhkan susahnya mendapat pupuk subsidi.
Menurut Sudin persoalan langkanya pupuk subsidi ada pada arus distribusi. Ia bilang, pihaknya sudah meminta pemerintah untuk memiliki data yang akurat terkait kebutuhan pupuk subsidi di setiap daerah, sehingga distribusi bisa dilakukan dengan tepat.
Sayangnya, lanjut dia, hal itu belum bisa dipenuhi hingga kejadian pupuk subsidi langka menjadi berulang. Sudin juga menyoroti persoalan data terhadap implementasi program Kartu Tani yag dinilai belum maksimal.
Ia mencontohkan, seperti di Provinsi Lampung yang berdasarkan data terdapat 687.000 petani, namun hanya sekitar 55.000 petani yang menerima Kartu Tani. Padahal Kartu Tani secara bertahap menjadi sarana pendataan untuk mendapatkan pupuk bersubsidi.
"Itu berdasarkan laporan yang saya dapat dari Kepala Dinas Provinsi Lampung," ungkap Sudin.
Sudin menegaskan, untuk Kementan bisa memperbaiki lebih dahulu pola pelaksanaan Kartu Tani, termasuk pola penyaluran pupuk bersubsidi. Hal ini agar anggaran negara untuk kedua program bisa terlaurkan dengan tepat sasaran dan hasil yang didapatkan pun optimal.
"Pelaksanaan Kartu Tani harus pada saat sistem sudah siap, barulah dilakukan uji coba penerapan. Selain itu, Komisi VI juga berharap pemerintah dalam menyalurkan pupuk bersubsidi selalu memperhatikan kendala-kendala teknis di lapangan," kata Sudin. (Kompas.com)
• JLES Sports Center Sukses Gelar Dance With Love Special Valentines Day
• Curah Hujan Tinggi, Ruas Jalan Kotabunan-Bukaka Tertutup Longsor
• Nita Thalia Akui Sedang Tidur, Posisi Miring Tiba-tiba Mantan Suami Masuk Kamar Meluk dari Belakang
Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com: https://money.kompas.com/read/2021/02/09/073942926/dirut-pupuk-indonesia-buka-bukaan-soal-permainan-pupuk-subsidi?page=all#page2
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/kepala-dinas-pertanian-mat-sunardi-saat-menjelaskan-soal-kelangkaan-pupuk-bersubsidi.jpg)