Breaking News:

Sarundajang Meninggal

Khris Nani Sebut SHS Sosok Intelektual dan Bapak Kemajemukan Sulut

Kepergian Dr Sinyo Harry Sarundajang (SHS) untuk selamanya tidak hanya menjadi kehilangan bagi Sulawesi Utara, namun juga Filipina bahkan dunia.

Istimewa
Dr Sinyo Harry Sarundajang (SHS) dan Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Bolmong Utara Khristanto Nani SSTP. 

Laporan Kontributor Tribun Manado Martsindy Rasuh

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Bolmong Utara Khristanto Nani SSTP menyebut, kepergian Dr Sinyo Harry Sarundajang (SHS) untuk selamanya tidak hanya menjadi kehilangan bagi Sulawesi Utara, namun juga Filipina bahkan dunia.

"Karena SHS sampai akhir hayatnya terus mendedikasikan dirinya untuk bangsa sebagai Duta Besar Indonesia untuk Filippina," ungkap Khris kepada Tribun Manado melalui pesan whatsapp, Minggu (14/2).

Dirinya menyebut, SHS telah berkontribusi besar terhadap eratnya kemajemukan beragama di Timur Indonesia, lebih khusus di Sulawesi Utara, Maluku dan Maluku Utara.

"Tidak hanya kami pribadi, rasa kehilangan besar juga dirasakan oleh Staf Kedutaan Besar Indonesia di Filipina M. Fatah, dalam pesan whatsapp pribadi ke saya Pak Fatah mengatakan SHS orang baik dan tegar," katanya.

"Beliau selalu happy, walau sakit masih kelihatan tegar. Semoga almarhum Pak Sarundajang mendapatkan tempat yang layak di sisi Allah SWT, Aamiin. sembari menitipkan salam ke Fabian Sarundajang dan keluarga untuk tetap tabah," ungkapnya.

Kata Khris, SHS merupakan sosok yang meletakkan Sulawesi Utara sebagai basis wilayah pengembangan (blue economy), ini pun mampu membangkitkan filosofi futuristik Sam Ratulangi yang kemudian menjadi judul disertasinya dalam gelar doktor ilmu politik UGM, tahun 2011 silam.

"SHS adalah teladan bagi generasi muda Sulut yang memiliki impian menjadikan keberadaan daerah ini sebagai pintu gerbang Asia Pasifik melalui MP3EI. Simpati dan belas kasih tulus kami kepada keluarga yang ditinggalkan," sambung Nani.

Dirinya mempunyai banyak kesan intelektual kepada almarhum sejak bergabung di Protokol Pimpinan Daerah, interaksi dalam beberapa kegiatan formal dan informal telah memberikan gambaran bahwa SHS adalah frame people of north sulawesi.

"Kita harus ikut keteladanan SHS yang telah banyak memberikan kontribusi prestasi bagi Sulut, dari beberapa forum nasional/ internasional kerjasama BIMP-EAGA, WOC, CTI Summit dan Sail Bunaken 2009 dan masih banyak lagi prestasi yang telah beliau torehkan," jelasnya.

"Saya sangat fans ke mendiang Bapak SHS, bahkan ada beberapa buku/tulisan SHS yang saya koleksi. Selamat jalan salah satu panutan birokrasi saya," ungkapnya.

Dia pun mengapresiasi dan terima kasih kepada SHS yang telah mengisi ruang pembangunan Sulut. "Kami tetaplah bangga, karena dengan tangan dingin bapak, eksistensi Sulut lebih dikenal dunia dan dunia mengenal daerah ini," terangnya.

Mengutip penyampaian menteri dalam negeri bahwa hal prinsip dari kepemimpinan SHS adalah sampai saat ini Sulut tetaplah aman dengan kebhinekaannya, saling menghargai perbedaan dan mengisi kekurangan. "Terima kasih yang dalam dari kami, kader birokratmu senior," ujarnya.

Dirinya mengutip pernyataan SHS, kita boleh kehilangan kekayaan, uang kita, kita tidak kehilangan apa-apa. We lost our health (kita kehilangan kesehatan kita), we lost something (kita kehilangan sesuatu), but when we lost our character (tapi ketika kita kehilangan karakter kita, we lost everything (kita kehilangan segalanya). (martsindy rasuh)

Fiki Naki Diajak Pacaran olen Gadis Cantik Asal Korea, Bagaimana Nasib Dayana?

Respons Cepat, Polisi Berikan Imbauan Dini Terkait Hujan Deras di Kota Manado

Cuaca Jabodetabek Senin 15 Februari 2021, Daerah Potensi Hujan Besok, Peringatan Dini BMKG

Editor: Rizali Posumah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved