Profil Tokoh Daerah
Sosok Sinyo Harry Sarundajang, Pernah Ikuti Konvensi Capres Partai Demokrat, Diperintah Langsung SBY
Nama Sinyo Harry Sarundajang pernah muncul sebagai salah satu peserta konvensi Partai Demokrat.
Penulis: Rhendi Umar | Editor: Rhendi Umar
TRIBUNMANADO.CO.ID - Tokoh Sulawesi Utara ( Sulut) Sinyo Harry Sarundajang telah dipanggil pulang oleh Sang Pencipta.
Informasinya meninggalnya mantan Gubernur Sulut dua periode ini disampaikan putri almarhum Vanda Sarundajang pada Sabtu 13 Februari 2021.
Berbagai ungkapan dukacita pun bermunculan di akun media sosial.
Nama Sinyo Harry Sarundajang pernah muncul sebagai salah satu peserta konvensi Partai Demokrat.
Dia satu-satunya tokoh konvensi Demokrat dari luar Jakarta.

Dia mengaku, kala itu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sendiri yang meminta dirinya untuk mengikuti konvensi Partai Demokrat demi memilih calon Presiden.
Hal itu disampaikan Sarundajang ketika memberikan sambutan pada acara pisah sambut tiga pimpinan Muspida Sulut yang digelar di rumah dinas Gubernur Sulut, Sabtu (28/8/2013) malam.
"Saya merasa ini merupakan sebuah kejutan. Apakah saya bisa? Tapi saya pun menyadari bahwa ini merupakan sebuah kehormatan karena telah dipercaya oleh SBY untuk ikut konvensi," ujar Sarundajang kala itu.
Sarundajang yang ikut dalam konvensi calon presiden Partai Demokrat meminta dukungan warga Sulut dengan cara memasang baliho.
Salah satu baliho berukuran besar bertuliskan "mohon dukungan dan doa restu" serta foto Sarundajang terlihat terpasang di pintu masuk lokasi Pameran Pembangunan Provinsi Sulawesi Utara di Kayuwatu, Kota Manado, Senin (23/9/2013).
Cetuskan Blue Ekonomy
Peserta konvensi capres Partai Demokrat Sinyo Harry Sarundajang menilai masa depan Indonesia terletak di laut.
Menurutnya daratan telah terkuras dan tereksploitasi sejak lama.
"Jangan lupakan pembangunan maritim kita. Sekarang ini perlu diubah paradigmanya. Prioritas pembangunan daerah kepulauan Indonesia yang potensial. Hari depan kita ada di laut," ungkap Sinyo di Sekretariat Konvensi Capres Demokrat, Jalan Pati Unus No 75, Jakarta Selatan, Rabu (8/1/2014).
Dia menamakan pembangunan di wilayah laut sebagai blue economy. Namun ekonomi biru itu bukan sekadar membudidayakan produksi ikan saja, tapi lebih dari itu.