Breaking News:

Sarundajang Meninggal

Cerita Dubes HE Djauhari Oratmangun Dibelikan Tiket SH Sarundajang untuk Lihat Orangtua di Manado

Meninggalnya Dr Drs Sinyo Harri Sarundajang meninggalkan banyak cerita bagi rekan pejabat, kawan maupun lawan politik, sang birokrat politisi

Tribun Manado/ Pemprov Sulut
Kisah Sinyo Harry Sarundajang yang Dijuluki Panglima Laskar Jihad Maluku dan Malaikat Kecil 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO -  Meninggalnya Dr Drs Sinyo Harri Sarundajang meninggalkan banyak cerita bagi rekan pejabat, kawan maupun lawan politik, sang birokrat politisi yang pernah menjabat Gubernur Sulawesi Utara selama 2 periode.

Satu di antaranya diceritakan HE Djauhari Oratmangun yang merupakan Duta Besar Indonesia di Republik Rakyat China atau Tionghoa.

'' Saya dan Seluruh staff KBRI Beijing ikut berduka cita atas wafatnya Bpk Dubes S.H. Sarundajang, '' ujar Oratmangun yang memang berdarah Manado.

Dr Sinyo Harry Sarundajang
Dr Sinyo Harry Sarundajang (istimewa)

'' Doa semoga Beliau mendapat tempat yang layak disisi Tuhan YME dan agar Ibu Deetje Sarundajang dan Keluarga Besar yang ditinggalkan diberikan ketabahan dalam menghadapi hal ini. Amin.''

Oratmangun mengatakan, dia dan Dr SH Sarundajang dilantik bersamaan saat dipercayakan Presiden Joko Widodo menjadi Duta Besar pada tahun 2018 lalu.

'' Pak Sarundajang adalah Ketua Badge Saya dan teman teman Dubes. Kami dilantik sama-sama 20 Februari 2018. Beliau seorang Patriot sejati yang sejak usia dini mengabdi pada Republik.''

Djauhari Oratmangun mengatakan, beberapa momen pengabdian Dr SH Sarundajang sangat diingatnya. Di antaranya saat  konflik di Maluku dan Maluku Utara, kemudian Sarundajang dipercayakan Presiden Megawati Soekarnoputri untuk mengatasi konflik dengan menunjuknya menjadi Penjabat Gubernur Maluku dan Maluku Utara.

Yang saya ingat benar pada saat Maluku sedang porak-poranda akibat konflik, Beliau ditunjuk sebagai Pejabat Gubernur Maluku dan Maluku Utara untuk meredam situasi disana. Gubernur Sulut dua periode dengan gebrakan awal World Ocean Conference di Manado dan tentunya karya-karya lainnya setelah itu.

Beliau hadir pada saat Ayah dan kemudian Ibu meninggal di Manado dan disemayamkan di Desa Kamangta.

Ada cerita menarik saat Saya dari Moskow berkunjung ke Indonesia jumpa beliau di Jakarta yang saat itu masih menjabat Gubernur Sulut. Katanya, "Ngana mesti ka Manado lihat Ngana Pe Mama dan Papa, kita beli tiket besok ikut sama kita". Keesokan harinya kami berdua naik Batik Air ke Menado dan saya jumpa Ayah dan Ibu di Desa Kamangta.''

Halaman
1234
Editor: Aswin_Lumintang
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved