Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

RHK Sabtu 13 Februari 2021

BACAAN ALKITAB - Pujian Bagi Allah

Shalom keluargaku yang dicintai dan mencintai Tuhan Yesus. Syukur kepada Tuhan Yesus yang selalu menuntun dan melindungi kita.

Editor: Aswin_Lumintang
internet
Ilustrasi Renungan 

Ezra 7:24-28a
"Lagipula kami beritahukan kepadamu, bahwa tidaklah sah bila para imam, orang Lewi, penyanyi, penunggu pintu gerbang, budak di bait Allah dan para hamba rumah Allah dikenakan pajak, upeti atau bea.
Maka engkau, hai Ezra, angkatlah pemimpin-pemimpin dan hakim-hakim sesuai dengan hikmat Allahmu yang menjadi peganganmu, supaya mereka menghakimi seluruh rakyat yang diam di daerah seberang sungai Efrat, yakni semua orang yang mengetahui hukum Allahmu; dan orang yang belum mengetahuinya haruslah kauajar.
Setiap orang, yang tidak melakukan hukum Allahmu dan hukum raja, harus dihukum dengan seksama, baik dengan hukuman mati, maupun dengan pembuangan, dengan hukuman denda atau hukuman penjara."
Terpujilah TUHAN, Allah nenek moyang kita, yang dengan demikian menggerakkan hati raja, sehingga ia menyemarakkan rumah TUHAN yang ada di Yerusalem,
dan membuat aku disenangi oleh raja dan penasihat-penasihatnya serta segala pembesar raja yang berkuasa!"
-----------------------------------------

Ilustrasi renungan
Ilustrasi renungan (internet)

TRIBUNMANADO.CO.ID - Shalom keluargaku yang dicintai dan mencintai Tuhan Yesus. Syukur kepada Tuhan Yesus yang selalu menuntun dan melindungi kita.

Belajar dari bagian Alkitab ini, maka dapat kita katakan bahwa tidak ada alasan untuk tidak memuji Tuhan dan ada banyak alasan untuk bersyukur dan memuji Tuhan. Itulah yang dilakukan Imam Ezra dalam kehidupan sehari-hari, walaupun banyak tantangan dan pergumulan yang dialaminya.

Imam Ezra bersyukur dan memuji Tuhan Allah, untuk kasih karunia Allah baginya, sehingga Tuhan Allah membuat Raja Artahsasta bermurah hati untuk menolongnya dalam melengkapi kebutuhan Rumah Tuhan, kemudian Ezra diberi kepercayaan untuk memimpin umat dan rakyat.

Sebagai pemimpin, Ezra diberi wewenang untuk memilih pemimpin dan hakim yang berhikmat, yang akan mengatur kehidupan bermasyarakat di daerah seberang sungai Efrat.
Pada masa itu, hukum negara dan hukum agama, menjadi undang-undang yang mengatur tata laksana hidup setiap umat dan warga.

Sehingga bila ada anggota jemaat dan atau warga negara yang melanggar aturan, akan menerima penghukuman, sesuai yang sudah diatur. Ezra melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik, karena percaya bahwa ia berhasil, disayangi oleh para penguasa dan dihormati, semuanya karena kasih karunia Allah dan ketaatan serta kesetiaannya kepada Tuhan Allah.

Keluargaku yang kucinta, mari kita belajar dari Ezra yang hidup taat, setia, menghormati Tuhan dan senantiasa bersyukur serta memuji Tuhan dalam kehidupan sehari-hari, sebagai tanda hidup yang menghormati dan mengasihi Tuhan, Allah di dalam Yesus Kristus, yang sudah mati dan bangkit untuk menye-lamatkan kita.
Maka kitapun akan menghormati dan mengasihi orang lain sebagai sesama ciptaan Tuhan. Firman-Nya memberkati kita semua. Terpujilah nama Tuhan. Amin.

DOA: Bapa di Sorga, hidup kami adalah anugerah-Mu. Mampukan kami untuk selalu bersyukur dan memuji Engkau Tuhan, serta melakukan apa yang Engkau mau, disetiap hidup dan karya yang Engkau anugerahkan bagi kami. Demi Kristus kami berdoa. Amin.(SINODEGMIM)

Sumber: Tribun Manado
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved