Breaking News:

Rapid Antigen

Rapid Antigen Disebut Dapat Meningkatkan Jumlah Kasus, Mengapa?

Kemenkes menyatakan potensi penambahan jumlah kasus dari pelaksanaan Rapid Antigen. Mengapa?

WARTA KOTA/DESY SELVIANY
Sempat ke kerumunan di Petamburan, Pani dinyatakan reaktif Covid-19, ini pengakuannya. Tampak warga Petamburan Pani jalani uji swab antigen dari Polda Metro Jaya Selasa (24/11/2020). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pemeriksaan Covid-19 dengan cara Rapid Antigen disebut berpotensi meningkatkan jumlah kasus.

Kemenkes menyatakan potensi penambahan jumlah kasus dari pelaksanaan Rapid Antigen.

Mengapa?

Dikutip dari Kompas.com, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Ditjen P2P Kementerian Kesehatan ( Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan,

pemeriksaan Covid-19 dengan alat tes rapid antigen berpotensi meningkatkan jumlah kasus positif.

Foto Bupati Sleman, Sri Purnomo menjalani rapid tes antigen sebelum menerima vaksin COVID-19, Rabu (13/01/2021)
Foto Bupati Sleman, Sri Purnomo menjalani Rapid Antigen sebelum menerima vaksin COVID-19, Rabu (13/01/2021) (TribunJogja.com)

Meski demikian, Nadia mengimbau masyarakat tidak panik.

"Pemeriksaan dengan rapid test antigen ada kemungkinan akan meningkatkan jumlah kasus.

Namun, masyarakat jangan panik.

Jauh lebih baik mengetahui data yang sesungguhnya,

sehingga strategi penanganan yang tepat dapat dilakukan," ujar Nadia dalam konferensi pers virtual yang ditayangkan YouTube Kemenkes, Rabu (10/2/2021).

Bandara Internasional Samrat Manado kini melayani pemeriksaan rapid antigen dan rapid antibodi dengan harga terjangkau.
Bandara Internasional Samrat Manado kini melayani pemeriksaan rapid antigen dan rapid antibodi dengan harga terjangkau. (Istimewa)
Halaman
123
Editor: Frandi Piring
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved