Breaking News
Rabu, 13 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Survei

Hasil Survei Terbaru, Kepuasan Terhadap Jokowi Turun Drastis

Lembaga survei Indokator Politik Indonesia melakukan survei mengenai tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi)

Tayang:
Editor: muhammad irham
Tribunnews
Presiden Jokowi 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Lembaga survei Indokator Politik Indonesia melakukan survei mengenai tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Berdasarkan hasil survei Indikator Politik Indonesia, tingkat kepuasan publik terhadap Presiden Jokowi saat ini sebesar 62,9 persen.

Meski masih tergolong tinggi, Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi mengatakan, angka itu tergolong rendah jika dibandingkan hasil survei pada Februari 2020 lalu yang mencapai 69,5 persen.

"Jadi tingkat kepuasan Februari 2021 lebih rendah, atau terendah sejak selesai Pemilihan Umum 2019," ujar Burhanuddin saat memaparkan hasil surveinya secara daring, Senin (8/2/2021).

Penurunan ini, disebabkan sikap publik yang tidak puas dengan kinerja Presiden mengalami peningkatan, dari 28 persen menjadi 35,6 persen dalam kurun waktu satu tahun terakhir.

Burhanuddin menjelaskan, puas tidak puasnya publik terhadap kinerja presiden dikarenakan oleh pilihan politik di 2019, di mana pendukung Jokowi cenderung puas dengan kerja presiden.

Tetapi, pendukung Prabowo Subianto tetap tidak puas meski sudah menjadi bagian dari pemerintah.

"Tren ini kalau tidak diantisipasi oleh presiden itu bisa alarm karena sebagian dari pendukung loyalnya sudah mulai bergeser," paparnya.

Survei Indikator Politik Indonesia yang dilakukan pada 1-3 Februari 2021, melalui sambungan telepon dengan responden.

Sebanyak 1.200 responden dipilih secara acak. Margin of error survei kurang lebih sebesar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Survei merekam penurunan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja demokrasi sebagai sistem pemerintahan menurun. Di saat yang sama, kepuasan publik terhadap kinerja Jokowi juga menurun.

Pada survei itu, orang yang cukup puas dan sangat puas terhadap kinerja demokrasi berada di angka 53 persen. Angka itu menurun dari 68,3 persen di September 2020.

Di saat yang sama, kepuasan publik terhadap kinerja Jokowi juga menurun. Hanya 62,9 persen responden yang menyatakan puas terhadap kinerja Jokowi.

Angka itu menurun dari September 2020 yang mencapai 68,3 persen. Indikator juga menyebut tingkat kepuasan publik terhadap Jokowi saat ini paling rendah sejak 2016.

Pada Juni 2016, tingkat kepuasan publik terhadap Jokowi ada di angka 67,1 persen. Skor paling rendah terjadi pada Januari 2015, yaitu 40,7 persen.

Saat ini, ada 5,1 persen responden yang menyatakan sangat puas terhadap kinerja Jokowi. Lalu ada 57,8 persen responden lainnya yang mengatakan puas.

Sementara itu, ada 33 persen responden menyampaikan ketidakpuasan. Sebanyak 2,6 persen lainnya mengungkap sangat tidak puas dengan kinerja Jokowi.

Burhan menyampaikan Jokowi harus berhati-hati terhadap fenomena ini. Dia menilai kepuasan publik bisa saja terus menurun jika tidak ada tindak lanjut.

Burhan menyebut kepuasan publik terhadap kinerja demokrasi berkaitan dengan kinerja para aktor politik di pemerintahan.

Kepuasan yang rendah tidak menunjukkan bahwa publik ingin mengganti sistem demokrasi. Sebab survei menunjukkan 71,9 persen responden menilai demokrasi sistem pemerintahan terbaik meski tak sempurna.

"Bukan berarti mereka mengidealkan sistem lain, tapi mereka kritis terhadap demokrasi bekerja. Ini buat kepala daerah, parpol, anggota DPR, ini penting," ucap Burhan.

Survei ini dilakukan Indikator Politik Indonesia pada 1-3 Februari 2021. Survei dilakukan terhadap 1.200 responden di 34 provinsi. Margin of error 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Diketahui, Presiden Joko Widodo menjabat sejak 2014 lalu. Kala itu dia didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Pada Pilpres 2019, Dia kembali maju didampingi Ma'ruf Amin. Jokowi-Ma'ruf menang atas paslon Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Mulai November 2019 lalu, Jokowi-Ma'ruf memimpin Kabinet Indonesia Maju.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved