Breaking News:

Kesehatan

Tidak Bisa Mencium Bau Akibat Covid-19, Ini Bedanya Kehilangan Penciuman karena Covid-19 dan Pilek

Hingga saat ini, para peneliti belum mengetahui secara lengkap bagaimana infeksi Covid-19 memengaruhi kemampuan mencium.

ist
Ilustrasi gejala virus corona, kehilangan indra penciuman 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pasien Covid 19 pertama kali terdeteksi di Wuhan, China setahun yang lalu.

Kasus pertama yang diketahui di Wuhan hingga kini masih belum jelas asal-usulnya.

Tahun 2021 ini pemerintah sedang berusaha memutus mata rantai Covid-19 dengan cara melakukan penyuntikan vaksinasi.

Penyebaran Covid 19 ini ada berbagai gejala yang ditemui.

Salah satu gejala yang paling umum dirasakan oleh penderita Covid-19 adalah hilangnya kemampuan untuk tak bisa mencium bau.

Sebuah penelaahan yang diterbitkan pada bulan Juni tahun lalu terhadap 8.438 pasien Covid-19, misalnya, menemukan bahwa 41 persen di antara mengalami kehilangan penciuman.

Lalu, ada juga studi lain yang dipublikasikan oleh Shima T. Moein dari Institute for Research in Fundamental Sciences.

Dari 100 pasien Covid-19 yang dites kemampuan penciumannya, 96 persen mengalami gangguan dengan 18 persen di antara kehilangan kemampuan mencium sepenuhnya atau yang disebut anosmia.

ilustrasi ganguan penciuman
ilustrasi ganguan penciuman (Istmewa)

Apa yang sebetulnya terjadi?

Hingga saat ini, para peneliti belum mengetahui secara lengkap bagaimana infeksi Covid-19 memengaruhi kemampuan mencium.

Halaman
1234
Editor: Fistel Mukuan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved