Breaking News:

Penanganan Covid

Penganut Teori Konspirasi Covid Ini 'Bertobat' Setelah Dirinya Positif

Pria yang kesehariannya berprofesi sebagai supir sebuah instansi bertobat dari mempercayai teori konspirasi Covid-19.

Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Rizali Posumah
Istimewa
Pria berinisial B baru paham bahwa Covid bukanlah sekedar teori konspirasi setelah dirinya dinyatakan positif. Kini ia pun bertobat dari mempercayai teori konspirasi terkait Covid. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pria berinisial B ini termasuk yang skeptis dengan Covid 19. Tak mau memakai masker. Apalagi hand sanitizer, yang katanya bikin tangan jadi kering.

Padahal ia golongan rentan. Profesinya supir sebuah instansi dengan mobilitas tinggi, dari satu kota ke kota lain, bertemu banyak orang dan hampir selalu makan siang di rumah makan. 

Suatu kali, badannya demam. Ia mengira itu hanya sakit biasa. 

Dia tetap bekerja. Hanya minum obat warung. 

Kian hari Demamnya kian tinggi. Badannya terasa lemah. Dia pun beristirahat di rumah. 

Sedang berbaring, tiba - tiba dadanya sesak. Oksigen sulit dia hirup. Sesak nafas. Itu gejala Covid 19.

Dia pun dibawa ke Puskesmas. Sesak nafasnya kian parah. Lalu dirujuk ke RS dr Awaloei

Hasil Swab ternyata positif Covid 19. Keangkuhan B hilang. Skeptis berganti takut. Tabung oksigen menutupi hidungnya selama beberapa hari di rumah sakit. 

Penderitaan tiada tara ia alami. Selain sesak nafas dan demam, badannya juga pegal. 

Hidup serasa di sakratul maut. Dan sepi. Tak ada yang menemani. Dia depresi. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved