Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

RHK Kamis 4 Februari 2021

BACAAN ALKITAB - Menjauhi Okultisme

Fenomena “ramalan” dari zaman dahulu sampai sekarang di zaman digital, ternyata keberadaannya masih begitu digemari.

Editor: Aswin_Lumintang
internet
Ilustrasi Renungan 

Kisah Para Rasul 16:16
"Pada suatu kali ketika kami pergi ke tempat sembahyang itu, kami bertemu dengan seorang hamba perempuan yang mempunyai roh tenung; dengan tenungan-tenungannya tuan-tuannya memperoleh penghasilan besar."
-------------------------------------------

Ilustrasi renungan
Ilustrasi renungan (internet)

TRIBUNMANADO.CO.ID - Fenomena “ramalan” dari zaman dahulu sampai sekarang di zaman digital, ternyata keberadaannya masih begitu digemari. Dalam tayangan-tayangan di televisi muncul paranormal yang meramalkan masa depan para artis atau orang-orang terkenal.

Masa depan yang diramalkan seperti pekerjaan, harta, jabatan termasuk kehidupan cinta atau rumah tangga dan sebagainya. Hal ini memberi indikasi bahwa orang masih suka pada ramalan-ramalan tentang masa depan sekalipun harus memakai cara okultisme/kuasa-kuasa gaib. Hal ini sangat manusiawi karena orang ingin tahu apa yang akan terjadi di masa yang akan datang. Namun dengan cara seperti ini sangat bertentangan dengan iman Kristen. Roh ramal adalah roh jahat.

Pembacaan Firman Tuhan, disebutkan bahwa ada seorang penenun yaitu Roh jahat yang disebut roh Phyton yang dianggap dapat meramalkan tentang harta, jabatan dan sebagainya. Namun sebenarnya semuanya itu hanyalah ramalan dusta, yang membawa keuntungan pada peramal saja dan pihak yang diramal adalah pihak yang dirugikan. Tindakan perempuan peramal ini telah merugikan banyak orang.

Sebagai keluarga Kristen, kita diingatkan untuk men-jauhkan diri dari praktek-praktek okultisme, praktek-praktek kuasa kegelapan dalam mencari pekerjaaan, jabatan, pasangan hidup bahkan untuk mencari kemakmuran masa depan.

Praktek-praktek kuasa kegelapan tidak akan memberi kehi-dupan yang baik, justru akan mencelakanan kita di masa depan. Tuhan telah menyatakan larangan kepada penyem-bahan berhala dan percaya kepada ilah-ilah lain. Tuhan adalah Allah yang cemburu, yang membalas sampai pada keturunan ketiga dan keempat dari orang-orang yang mem-benci Allah. (Kel. 20:3-5).

Masa depan kita tidak tergantung pada ramalan melainkan ada di tangan Tuhan. Kita diajak, berwirausaha, berdagang, berbisnis, Aparatur Sipil Negara, TNI, Polisi, pengawai swasta, pegawai bank, tukang ataupun apa saja pekerjaan yang diberikan Tuhan. Lakukan berda-sarkan iman Kristen dan jadilah berkat bagi pelayanan gereja dan kepada orang lain. Amin

DOA: Ya Tuhan Yesus, ajarlah kami bekerja keras dan mempercayakan hidup kami kepada-Mu. Kami tidak ingin hidup dalam kuasa kegelapan, melainkan hanya hidup mengandalkan Tuhan Allah dalam Yesus Kristus. Amin. (SINODEGMIM)

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved