Korban Kecelakaan
Kisah Korban Kecelakaan Ditolak Sejumlah Rumah Sakit hingga Akhirnya Meninggal Dunia, Ini Alasan RS
Miris seorang korban kecelakaan ditolak sejumlah rumah sakit. Diketahui alasannya karena sedang merawat pasien Covid-19.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Miris seorang korban kecelakaan ditolak sejumlah rumah sakit.
Diketahui alasannya karena sedang merawat pasien Covid-19.
Hingga akhirnya pria korban kecelakaan tersebut meninggal dunia karena tak dapat perawatan.
• Ada Warga Amerika Serikat Jadi Bupati di Indonesia Sesuai Data Bawaslu, Ini Kata KPU
• Keluarga Langka, Semua Anggota Keluarganya Lahir 1 Juli, Suami, Istri dan Anak Viral, Direncanakan?
• Ternyata Gadis yang Lakukan Hal Tak Senonoh di Halte Lagi Hamil Kasus Ditutup karena Gangguan Mental
Foto : Tripen Kosapilawan (21), mahasiswa yang tinggal di RT 02/RW 01, Kelurahan Oesapa Barat, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang (istimewa)
Seorang mahasiswa korban kecelakaan lalu lintas meninggal dunia setelah sempat 'keliling' ke sejumlah rumah sakit di Kota Kupang, NTT.
Rumah sakit menolak menangani korban dengan alasan konsentrasi merawat pasien Covid-19.
Hal ini diungkapkan Marselus Tobe (28), sopir angkutan CS Trans nomor polisi DH 1465 AH yang menolong korban kecelakaan tersebut.
"Saya sempat bawa korban ke beberapa rumah sakit, tapi mereka semua menolak," ungkap Marselis kepasa wartawan, Rabu (3/1/2021).
Marselus menuturkan, pada Selasa (2/2/2021) pagi ia sedang mencari penumpang di seputaran Kelurahan Oesapa dan Penfui.
Di depan kampus UKAW, Marselus dihentikan banyak orang dan meminta tolong agar membawa korban ke RSU SK Lerik Kota Kupang.
Namun setelah tiba di RSU SK Lerik Kota Kupang, petugas menolak korban karena banyak nya pasien covid-19.
Marselus lalu membawa korban ke RSU Siloam, namun juga mendapat penolakan karena banyaknya pasien covid-19.
Petugas RSU Siloam Kupang kemudian mengarahkan Marselus membawa korban ke RS Mamami Kupang.
Dalam perjalanan menuju RS Mamamu, korban mulai kejang-kejang.
Karena panik, Marselus kemudian ke Polsek Kelapa Lima melaporkan peristiwa ini sehingga anggota