Breaking News:

Kudeta Myanmar

Partai Aung San Suu Kyi Desak Junta Militer Myanmar Bebaskan Pemimpin Mereka & Akui Kemenangan

Amerika Serikat (AS) mengancam akan memberlakukan kembali sanksi terhadap para jenderal Myanmar setelah mereka merebut kekuasaan dan menangkap Suu Kyi

wikipedia
Pemimpin Partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) Myanmar Aung San Suu Kyi. Aung San Suu Kyi beserta pemimpin pemerintahan sipil di Myanmar ditangkap pihak militer. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) Myanmar mendesak pihak Militer Myanmar membebaskan pemimpin mereka Aung San Suu Kyi. 

Desakan itu disuarakan langsung oleh para pemimpin Partai NLD, Selasa (2/2/2021). 

Mereka bersama Aung San Suu Kyi juga mendesak agar Junta Militer Myanmar mengakui kemenangan partai mereka pada pemilu November 2019 lalu.

Seruan itu muncul sehari pasca kudeta militer yang memicu kemarahan global.

Mengutip Reuters, Selasa (2/2), Amerika Serikat (AS) mengancam akan memberlakukan kembali sanksi terhadap para jenderal Myanmar setelah mereka merebut kekuasaan dan menangkap Suu Kyi dan puluhan sekutunya pada penggerebekan fajar pada hari Senin.

Keberadaan pemenang Noble Perdamaian tetap tidak diketahui lebih dari 24 jam setelah penangkapannya dan satu-satunya komunikasinya adalah dalam bentuk pernyataan yang ditulis untuk mengantisipasi kudeta yang menyerukan protes terhadap kediktatoran militer.

Dewan Keamanan PBB dijadwalkan bertemu pada Selasa malam, kata para diplomat, di tengah seruan untuk tanggapan global yang kuat terhadap perebutan kekuasaan terbaru militer di negara yang dirusak selama beberapa dekade oleh pemerintahan militer.

Dalam foto yang diambil pada 15 Oktoboe 2017 memperlihatkan President Myanmar Htin Kyaw dan Aung San Suu Kyi berbincang di tengah peringatan Kesepakatan Gencatan Senjata (NCA) di Myanmar International Convention Center (MICC), Naypyidaw.
Dalam foto yang diambil pada 15 Oktoboe 2017 memperlihatkan President Myanmar Htin Kyaw dan Aung San Suu Kyi berbincang di tengah peringatan Kesepakatan Gencatan Senjata (NCA) di Myanmar International Convention Center (MICC), Naypyidaw. (AFP/AUNG HTET)

Kudeta tersebut menyusul kemenangan telak bagi Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) Suu Kyi dalam pemilu 8 November, hasil yang ditolak militer dengan alasan tuduhan penipuan yang tidak berdasar.

Tentara menyerahkan kekuasaan kepada Jenderal Min Aung Hlaing dan memberlakukan keadaan darurat selama setahun, menghancurkan harapan negara yang dilanda kemiskinan yang juga dikenal sebagai Burma itu berada di jalan menuju demokrasi yang stabil.

Komite eksekutif NLD menuntut pembebasan semua tahanan "secepat mungkin".

Halaman
123
Editor: Rizali Posumah
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved