Breaking News:

News

Keadaan Warga Negara Indonesia di Myanmar Setelah Terjadi Kudeta Militer, Tercatat Ada 500 Orang

Begini keadaan warga negara Indonesia yang saat ini berada di Myanmar setelah terjadi kudeta militer. Ini imbauan kemlu untuk mereka.

Editor: Handhika Dawangi
(STR via AFP)
FOTO - Tentara berjaga di jalanan Naypyidaw, Myanmar, pada 1 Februari 2021. Penjagaan dilakukan setelah militer melakukan kudeta dengan menahan pemimpin sipil Aung San Suu Kyi dan Presiden Win Myint. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kabar Warga Negara Indonesia (WNI) di Myanmar, setelah terjadi kudeta militer

Tercatat ada 500 orang Indonesia yang menetap di Myanmar

Kedutaan Besar RI Yangon di Myanmar telah berkomunikasi dengan simpul-simpul masyarakat Indonesia.

FOTO - Tentara berjaga di jalanan Naypyidaw, Myanmar, pada 1 Februari 2021. Penjagaan dilakukan setelah militer melakukan kudeta dengan menahan pemimpin sipil Aung San Suu Kyi dan Presiden Win Myint.

Sejauh ini, para WNI di Myanmar dilaporkan dalam keadaan sehat dan aman.

Adapun jumlah WNI yang tercatat menetap di Myanmar sekitar 500 orang.

"Mayoritas WNI tersebut bekerja di sektor migas, pabrik, industri garmen dan anak buah kapal," demikian bunyi imbauan tersebut.

KBRI Yangon pun membuka hotline pengaduan bagi WNI ke dalam beberapa akses.

Antara lain melalui telepon di nomor +95 9503 7055, surat elektronik consular@kbriyangon.org serta alamat KBRI Yangon di 100 Pyidaungsu Yeiktha Road Dagon Township Yangon.

Para WNI yang ada di Myanmar juga dapat menghubungi hotline pelindungan WNI Kemlu di nomor +62812-9007-0027.

Militer Myanmar mengumumkan keadaan darurat selama satu tahun pada Senin (1/2/2021).

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved