Senin, 15 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Abu Janda

Abu Janda Diperiksa 12 Jam di Bareskrim, Ini Penjelasannya

Polisi telah selesai memeriksa Permadi Arya atau Abu Janda. Ia diperiksa terkait cuitannya yang diduga bernuansa SARA dengan menyebut Islam Arogan.

Tayang:
Editor: muhammad irham
Tribunnews.com/ Igman Ibrahim
Permadi Arya alias Abu Janda 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Polisi telah selesai memeriksa Permadi Arya atau Abu Janda. Ia diperiksa terkait cuitannya yang diduga bernuansa SARA dengan menyebut Islam Arogan.

Pemeriksaan tersebut berlangsung hampir 12 jam lamanya.

Berdasarkan pengamatan Tribunnews.com di lokasi, Abu Janda tampak memakai pakaian kemeja berwarna hitam saat memenuhi pemeriksaan Polri.

Dia juga tampak menggunakan blankon, masker, dan membawa tas ransel.

Abu Janda tampak keluar dari Gedung Utama Bareskrim Polri Awaloedin Djamin.

Dia juga terlihat ditemani oleh kedua kuasa hukumnya saat memenuhi pemeriksaan kali ini.

Kepada awak media, Abu Janda mengklaim telah diperiksa selama 12 jam di gedung pemeriksaan.

Total, ada 50 pertanyaan yang diajukan penyidik.

"Saya datang lebih pagi, saya diperiksa sudah 12 jam dan pertanyaan saya sudah tidak terhitung lagi, mungkin banyak sekitar 50 pertanyaan dan mungkin lebih," kata Abu Janda.

Ia menerangkan pertanyaan yang diajukan oleh penyidik adalah seputar klarifikasi terkait cuitannya berkaitan 'Islam Arogan'.

Dia mengaku cuitannya itu tidak bermaksud ditujukan kepada umat Islam.

"Saya sudah jelaskan ke bapak-bapak penyidik bahwasanya tweet yang saya sempat bikin rame itu adalah tweet jawaban saya kepada Tengku Zul. Jadi ketika saya mengatakan Arogan itu karena saya merespon tweet provokasi Tengku Zul yang mengatakan bahwa minoritas yang di negeri adalah Arogan ke mayoritas," jelas Abu Janda.

Ia juga menjelaskan maksud cuitannya yang terkait agama Islam merupakan agama yang datang dari Arab.

Dia juga mengklaim cuitan itu hanya ditujukkan kepada Tengku Zul.

"Ketika saya mengatakan Islam sebagai agama yang datang dari Arab itu yang saya tunjukkan juga kepada Ustaz Tengku Zul dan itu memang pembicaraan saya dengan Tengku Zul. Yang saya maksud adalah aliran Islamnya si Tengku Zul itu atau aliran yang memang belakangan datang dari Arab atau Islam transnasional yang namanya Wahabi itu," ungkap Abu Janda.

"Bahkan ketika tweet itu diviralkan dengan menghilangkan bagian tweet Tengku Zul itu akan menimbulkan kesalahpahaman karena tweet saya jadi kehilangan konteks. Karena itu jawaban saya ke Ustaz Tengku Zul. Bukan saya menggeneralisasi seluruh islam tetapi yang Saya tunjukkan kepada Ustadz Tengku Zul yang saya maksud adalah aliran Islamnya Tengku Zul," sambungnya.

Lebih lanjut, dia menyampaikan pemeriksaan kali ini belum tuntas.

Nantinya, dia juga telah dijadwalkan pemeriksaan lagi pada Kamis 4 Februari 2021 mendatang.

"Terus ternyata proses pemeriksaan hari ini sepertinya sudah tuntas dan akan dilanjutkan lagi panggilan selanjutnya pada hari Kamis," katanya.

Tanggapan Gus Miftah

Gus Miftah menanyakan kepada Abu Janda atau Permadi Arya “Islam Arogan” yang dimaksud apa?

Miftah Maulana Habiburrahman atau lebih dikenal dengan Gus Miftah adalah seorang ulama, da'i, dan pimpinan Pondok Pesantren Ora Aji di Sleman, Yogyakarta.

Ia merupakan keturunan ke-9 Kiai Ageng Hasan Besari, pendiri Pesantren Tegalsari di Ponorogo.

Hal itu dia sampaikan dalam Podcast Deddy Corbuzier yang disiarkan, Senin (1/2/2021) melalui akun YouTube.

Abu Janda pun langsung menjawab.

“Yaitu Gus arogan kepada kepada budaya asli budaya lokal, haramkan sedekah laut, di bawah ada screenshot,” katanya.

Gus Miftah mengungkapkan tak akan ada masalah jika lebih spesifik.

“Misalnya model Islam Tengku Zulkarnaen, mohon maaf saya tak membela Tengku Zulkarnaen saya sering berbeda pendapat. Tapi walla saya ketemu di panggung dan saya cium tangannya” katanya.

“Saya kritik beliau dengan cara yang baik. Seandainya Anda (Abu Janda) menulis model Islam seperti Anda (Tengku Zulkarnanen) maka orang-orang tak akan marah,” katanya.

Gus Miftah menemui Arya Permadi atau Abu Janda untuk tabayyun atau telitilah dulu.

“Kalau kejadian seperti ini apakah Abu Janda akan minta maaf,” Tanya Deddy Corbuzier.

Abu Janda sudah menyatakan klarifikasi kepada kiai Nahdlatul Ulama (NU).

“Kiai dan ustad (NU) saya minta maaf bukan maksud saya seperti itu,” katanya.

Gus Miftah pun menyampaikan, Arya Permadi kurang ajar.

“Melihat Permadi Arya, beliau kurang ajar. Terhadap Islam itu sendiri terutama kepada Nahdlatul Ulama,” katanya.

Gus Miftah pun menganggap Arya Permadi kurang sopan santun.

“Di Ahlussunnah wal Jamaah, kalau memberikan kontra narasi boleh, tentu dengan cara baik. Saya berharap ketika Arya Permadi memberikan kontra narasi terhadap Islam keras lebih arif, lebih beradab, lebih mengedepankan sopan santun. Apalagi dimana-mana orang tahu dia orang NU,” katanya.

NU berada di tengah-tengah, tidak terlalu ke kanan dan tidak terlalu ke kiri.

“Saya sarankan saudara Arya Permadi lebih banyak ngaji lagi,” katanya.

Gus Miftah tak bisa melarang Abu Janda untuk kritik.

“Tapi, kritik dengan cara sopan santun, boleh mengkritik orang keras tapi lebih santun,” katanya.

Gus Miftah menyampaikan Tengku Zulkarnaen bukan Islam garis keras.

"Tapi kalau saya sering berbeda pendapat sering, tapi kita sampaikan secara santun," katanya.

Gus Miftah tak hanya menemui Abu Janda sebagai warga NU.

"Abu Janda kemana-mana pakai Banser (badan otonom NU)," katanya.

Gus Miftah pun akan menemui Pandji Pragiwaksono.

"Kalau Pandji Pragiwaksono mau ketemu saya ayo, silahkan," katanya.

Terakhir, Gus Miftah meminta kepada siapa pun untuk menjadikan media sosial untuk mendapatkan ridho Tuhan.

"Jangan sampai gara-gara medsos kita mendapatkan murka dari Tuhan, dakwah itu bukan profesi, tapi apapun profesinya harus berdakwah untuk kebaikan," katanya.

Gus Miftah meminta kepada Abu Janda untuk lebih bijak.

"Aku tadi bayangin kalau Arya Permadi ngeyel, aku tak pukul," katanya.

Sebelumnya, Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri, anak Buah Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, akan memanggil influencer Abu Janda untuk diperiksa atas dugaan ujaran kebencian bernuansa rasis dan dugaan penistaan terhadap agama, Senin (1/2/2021) hari ini.

Sebelumnya, Abu Janda dilaporkan Ketua Bidang Hukum DPP KNPI Medya Rsicha Lubis ke Polisi.

Pemanggilan ini diungkapkan oleh Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Slamet Uliandi terkait cuitan Abu Janda menyebut 'Islam arogan' di media sosial.

"Panggilan terhadap Abu Janda terkait laporan 'Islam arogan'," kata Slamet, Sabtu (30/1/2021) kemarin.

Cuitan Permadi Arya alias Abu Janda yang menyebut 'Islam arogan' berawal dari twit war dengan Tengku Zulkarnain.

Tengku Zulkarnain melalui akun Twitter @ustadztengkuzul mencuit tentang arogansi minoritas terhadap mayoritas di Afrika.

Tengku Zulkarnain kemudian menyebut tidak boleh ada arogansi, baik dari golongan mayoritas ke minoritas maupun sebaliknya.

Cuitan tersebut diunggah hari Minggu (24/1/2021) lalu.

"Dulu minoritas arogan terhadap mayoritas di Afrika Selatan selama ratusan tahun, apertheid. Akhirnya tumbang juga. Di mana-mana negara normal tidak boleh mayoritas arogan terhadap minoritas. Apalagi jika yang arogan minoritas.

Ngeri melihat betapa kini Ulama dan Islam dihina di NKRI," cuit Tengku Zulkarnain lewat akun Twitter @ustadztengkuzul, seperti dilihat, Jumat (29/1/2021).

Abu Janda membalas cuitan Tengku Zulkarnain dengan menyebut ada Islam yang 'arogan' karena mengharamkan kearifan lokal di Indonesia.

"Yang arogan di Indonesia itu adalah Islam sebagai agama pendatang dari Arab kepada budaya asli kearifan lokal. Haram-haramkan ritual sedekah laut, sampai kebaya diharamkan dengan alasan aurat," cuit Abu Janda lewat akun @permadiaktivis1.

Berbagai pihak keberatan dengan kata-kata Abu Janda yang menyebut 'Islam arogan'. Cuitan Abu Janda lantas dipolisikan.

Ketua Bidang Hukum DPP KNPI Medya Rsicha Lubis melaporkan ke Bareskrim, Jumat (29/1/2021). Laporan Medya diterima Bareskrim dengan nomor: LP/B/0056//I/2021/BARESKRIM.(*)

Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 00:00 WIB
Germany
Jerman
7 - 1
Curacao
Curacao
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 03:00 WIB
Netherlands
Belanda
2 - 2
Japan
Jepang
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ivory Coast
Pantai Gading
1 - 0
Ecuador
Ekuador
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 09:00 WIB
Sweden
Swedia
5 - 1
Tunisia
Tunisia
Grup H - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 23:00 WIB
Spain
Spanyol
VS
Cape Verde
Tanjung Verde
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved