Breaking News:

News

Sri Mulyani Beri Penjelasan Soal Pajak Pulsa, Kartu Perdana,Token & Voucher, Dimulai 1 Februari 2021

Pernyataan terbaru Menteri Keuangan Sri Mulyani soal pemunguntan pajak pulsa, kartu perdana, token, dan voucher (pajak pulsa).

KOMPAS.com/MURTI ALI LINGGA
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Simak penjelasan terbaru dari Menteri Keuangan Sri Mulyani.    

Terkait pajak untuk penghasilan atas penjualan pulsa, kartu perdana, token, dan voucher (pajak pulsa).

Sri Mulyani menegaskan bahwa ketentuan tersebut tidak berpengaruh terhadap harga pulsa/kartu perdana, token listrik dan voucher.

Menteri Keuangan - Sri Mulyani Indrawati. Sri Mulyani memberikan penjelasan terkait pungutan pajak atas pulsa, kartu perdana, token, dan voucher. Tak berpengaruh terhadap harga.

Aturan terkait pemungutan pajak tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 6/PMK.03/2021.

Dan akan berlaku mulai Senin 1 Februari 2021.

Namun skema pungutan pajak tersebut menuai polemik di Tanah Air dan ramai di media sosial.

Tak sedikit warganet yang berwacana, harga pulsa telepon, kartu SIM perdana, voucher, serta token listrik akan mengalami kenaikan dengan adanya regulasi itu?

Benarkah demikian?

Melalui akun Instagram pribadinya, Menteri Keuangan Sri Mulyani lantas memberikan penjelasan terkait pungutan pajak, Sabtu (30/1/2021).

Sri Mulyani menjelaskan, ketentuan terkait penghitungan dan pemungutan pajak tidak akan mempengaruhi harga pulsa/kartu perdana, token listrik, dan voucher.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved