News
Disengat Tawon Sliring, 1 Tewas 7 Lainnya Dirawat Intensif, Warga Ketakutan, Terjadi di Magetan
Kejadian warga disengat Tawon Sliring, ada satu orang meninggal dunia dan tujuh lainnya dirawat intensif. Kejadian di Jawa Timur.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Satu orang tewas disengat Tawon Sliring.
Tujuh orang lainnya dirawat intensif.
Pemerintah sudah turun tangan mengatasi masalah Tawon Sliring yang sudah tak lagi membuat warga Resah melainkan ketakutan.

Seorang warga yang tewas karena disengat Tawon adalah Sumirah (70).
Dia adalah warga Desa Sidomukti, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur.
Meninggal setelah disengat Tawon Sliring.
Sementara tujuh orang lainnya harus mendapatkan pengobatan intensif, karena serangan Tawon Sliring itu.
Kini tim TRC - BPBD Kabupaten Magetan mencari sarang tawon sliring yang meresahkan warga itu.
Tawon jenis Sliring ini biasanya tidak akan menyerang kalau sarangnya tidak merasa diusik.
"Tim TRC - BPBD Kabupaten Magetan berhasil menemukan sarang tawon Sliring itu dan sudah dievakuasi dengan disemprot obat pembasmi agar tawon sliring itu tidak menyerang liar ke personel TRC BPBD," kata Ketua RT1/RW1 Desa Sidomukti, Kabupaten Magetan Podo Prasetyo kepada Surya, Sabtu (30/1/2021).
Dikatakan Podo Prasetyo, warga sebenarnya sudah beberapa hari dibuat resah dengan serangan tawon Sliring ini.
"Baru ramai kasus sengatan tawon Sliring ini setelah delapan warga disini tersengat dan seorang meninggal dunia dan tujuh lainnya harus dirawat intensif ini," ujar Podo Prasetyo kepada TribunJatim.com.
Menurut Ketua RT1 ini, Sumiran (70) yang meninggal dunia setelah disengat tawon Sliring itu dan berusaha dilarikan ke RSUD Wonogiri, Jawa Tengah.

"Ya sejak terjadi 8 korban sengatan, seorang di antaranya meninggal saat akan dibawa ke rumah sakit di Wonogiri itu. Warga disini tidak hanya resah sudah pada ketakutan," kata Podo Prasetyo kepada TribunJatim.com.
Karena warga resah dan ketakutan, pihak desa berinisiatif mengajukan permohonan bantuan ke Tim TRC- BPBD Kabupaten Magetan, untuk mencari sarang dan mengevakuasi sarang tawon Sliring itu.
"Kami tidak ingin ketakutan warga berkepanjangan, akhirnya kami mengundang Tim TRC-BPBD Kabupaten Magetan untuk mengambil sarang tawon Sliring yang menyerang warga disini," tegas Podo Prasetyo.
Totok Wardoyo, personel Tim TRC-BPBD Kabupaten Magetan menyatakan, sarang tawon sliring setelah dilakukan pelacakan diketahui sarangnya berada di pucuk pohon lamtoro.
"Kami harus melemahkan sarang tawon Sliring beracun itu untuk mengevakuasi sarangnya dan dipindahkan ke tempat lain," kata Totok Wardoyo.
Totok mengatakan pihaknya membutuhkan waktu dua jam untuk melumpuhkan tawon Sliring dan mengevakuasi kandang itu dari tempat semula. (*)
Macam-macam Lebah dan Tawon
Ketika melihat serangga besar bersayap terbang, apakah kamu tahu itu lebah atau tawon? Penampakan keduanya mirip.
Lebah lebih dikenal sebagai spesies yang melakukan penyerbukan untuk bunga. Disadur dari National Geographic, hampir 80 persen penyerbukan tanaman dilakukan oleh lebah, diantaranya jenis bumblebee dan solitary bee.
Lalu bagaimana dengan tawon? Apakah lebah dan tawon merupakan jenis yang sama?
Lebah dan tawon adalah dua spesies yang berbeda. Dikutip dari Washington Post, meski bentuk keduanya hampir mirip, ternyata perilaku mereka berbeda. Lebah hanya bisa menyengat sekali jika merasa terancam.
Sementara tawon, mampu menyengat berkali-kali dan memiliki suara dengung yang lebih ramai. Bahkan tawon lebih agresif dibandingkan lebah yang sedang bekerja.
Nah, apa saja jenis lebah dan tawon? Berikut spesies yang sering kita temui:

1. Lebah Madu
Lebah ini memiliki ukuran sedang dengan warna cokelat keemasan di bagian perut dan pita yang mencolok. Lebah madu mengikuti siklus bunga di pohon, semak-semak, tanaman keras, dan tumbuhan lainnya.
Lebah madu merupakan serangga pasif yang bisa menyengat jika merasa terancam. Kelompok lebah madu bisa ditemukan di rongga pohon atau lokasi rumah yang strategis. Sebaiknya menjauhi koloni atau kelompok lebah madu yang memiliki lebah penjaga.
Kawanan lebah madu terdiri dari ribuan lebah. Namun, mereka hanya berkerumun di sekitar ratu lebah saat mencari tempat yang baru.

2. Bumblebee (Kumbang)
Lebah satu ini dikenal dengan kata lebah liar atau kumbang. Seekor lebah besar yang berbulu. Sebagian tubuhnya berwarna hitam dengan garis warna cerah dan khas pada dada dan perut.
Lebah ini termasuk yang menyengat, namun bisa jinak saat bekerja. Tugasnya adalah mengumpulkan nektar dan serbuk sari pada tanaman.
Lebah ini juga memiliki rambut dengan warna kuning di dada dan bagian atas perut.

3. Carpenter Bee (Lebah Kayu)
Lebah kayu adalah lebah hitam besar namun mulus tidak memiliki bulu.
Lebah jantan pada lebah kayu tidak menyengat. Tetapi akan menggangu jika ada orang yang mendekat wilayahnya. Biasanya mengganggu dengan terbang di sekitar orang tersebut.
Lebah kayu betina yang bisa menyengat, tetapi tidak agresif. Sebagai bentuk perlawanan kepada orang atau hewan lain yang mengganggu.
Lebah ini berada di terowongan atau rongga-rongga kayu maupun ranting.

4. Sweat Bees
Sweat Bee merupakan lebah kecil dan gesit, tidak berbahaya bagi manusia. Untuk warna, lebah ini cukup bervariatif, mulai dari abu-abu hingga hijau metalik.
Meski tidak berbahaya, lebah betina dari Sweat Bees mampu menyengat jika merasa terancam. Untuk mengusirnya, cukup dengan dorongan yang lembut atau meniupnya.
Sehingga sweat bees tidak akan merasa terancam dan mampu pergi tanpa harus menyengat.

5. Yellow Jackets
Yellow jackets atau si jaket kuning merupakan salah satu tawon yang mampu menyengat berkali-kali. Sebagian dari mereka membangun sarang di langit-langit, namun ada juga yang membangun rumah di tanah.
Memiliki ukuran yang sama dan berwarna kuning-hitam cerah.
Tawon ini merupakan koloni yang agresif dan pemarah. Mereka mengumpulkan nektar untuk dikonsumsi sendiri dan anak-anaknya. Tak hanya di tanaman, mereka juga mencari sumber makanan di sekitar sampah.

6. Tawon Kertas
Bertubuh ramping dan perut panjang, tawon kertas (paper wasps) lebih berbahaya dibandingkan yellow jacket atau tawon jaket kuning.
Mereka membentuk sarang seperti terbuat dari kertas. Biasanya di bawah atap atau langit-langit bangunan.
Asal tak diagnggu, mereka tidak akan menyerang meski sarang tersebut berdekatan dengan manusia. Tawon ini mampu memangsa larva atau hama di kebun.

7. Cicada killers
Habitat tawon ini berada di tanah dan jumlahnya bisa bertambah banyak. Memiliki perut hitam dengan bintik-bintik kuning dan warna oranye di sayap.
Memiliki sifat agresif dan beresiko menyengat manusia. Sasaran utama mereka adalah jangkrik, sekaligus sebagai makanan untuk anak-anaknya.
8. Tawon
Tawon paling besar dan menakutkan. Ada dua spesies, yaitu tawon eropa dengan warna hitam dan kuning. Memiliki bentuk seperti yellow jacket dan membuat sarang seperti tawon kertas.
Spesies lainnya berbentuk seperti yellow jacket dengan ukuran yang lebih besar. Memiliki perut berwarna hitam dan tanda putih menonjol di bagian kepala.
Kedua spesies tersebut berbisa dan berbahaya jika sarangnya terganggu. (*)
Artikel ini telah tayang di:
Tribunjatim.com
Tribunnews.com
Subscribe YouTube Channel Tribun Manado: