Rabu, 15 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

News

Atlet Basket Pria Positif Hamil Setelah Dites Urine, Akhirnya Diskors, Ternyata Ini Penyebabnya

Fakta mengejutkan justru ditemukan dalam urine pemain basket satu ini. Hasil tesnya justru menunjukkan bahwa ia positif hamil.

Editor: Frandi Piring
STREETER LECKA/GETTY IMAGES
Foto Ilustrasi pebasket pria positif hamil setelah dites urine. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Mengejutkan, seorang atlet basket atau pebasket pria positif hamil setelah dites urine.

Fakta terungkap setelah pebasket menjalani pemeriksaan.

Akibatnya, pebasket tersebut diskors FIBA setelah ketahuan melakukan pelanggaran.

Sebagian besar, tes urine memang sudah menjadi rutinitas bagi para atlet

untuk mengetahui apakah mereka menggunakan obat-obatan terlarang atau tidak.

Foto Ilustrasi <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/pebasket' title='pebasket'>pebasket</a> <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/pria' title='pria'>pria</a> positif hamil setelah dites <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/urine' title='urine'>urine</a>.

(Foto Ilustrasi pebasket pria positif hamil setelah dites urine./ANTARA FOTO)

Tapi fakta mengejutkan justru ditemukan dalam urine pemain basket yang satu ini.

Alih-alih positif narkoba, hasil tesnya justru menunjukkan bahwa ia positif hamil.

Padahal ia adalah lelaki tulen.

Dilansir Sosok.ID dari Oddity Central, hal ini terjadi pada seorang pemain basket Amerika, Donell "D.J." Cooper.

Karena hasil tes tersebut, pemain berusia 29 tahun itu diskors selama dua tahun oleh Federasi Bola Basket Internasional (FIBA).

Setelah sampel urin yang ia berikan mengandung human chorionic gonadotropin (hCG) tingkat tinggi.

Sekadar informasi, hCG merupakan hormon yang diproduksi oleh plasenta wanita selama masa kehamilan.

Alih-alih memuji temuan itu sebagai keajaiban ilahi, FIBA berasumsi bahwa Cooper

telah mengirimkan urin wanita yang ia akui sebagai miliknya.

Apes bagi Cooper akal bulusnya itu ketahuan karena ia diyakini tak mengetahui kalau wanita tersebut sedang hamil.

Karena itu, FIBA memberikan sanksi kepada Cooper berupa larangan untuk mengikuti kompetisi basket selama dua tahun.

Pada bulan September 2018, Cooper mengumumkan bahwa dia akan meninggalkan klubnya, AS Monaco.

Walaupun ia bisa saja sukses besar bila bertahan bersama klub bola basket asal Eropa itu.

Kala itu, dia menggunakan "alasan keluarga".

Tapi fakta lain yang baru terungkap soal hasil tes positif hamil itu tampaknya kini lebih dipercaya

sebagai latar belakang keputusannya untuk keluar dari klub tersebut.

Cooper sebelumnya diketahui pernah dilarang mendapatkan tempat di tim bola basket nasional Bosnia.

Setelah melamar kewarganegaraan pada tahun 2004, pemain dari Amerika itu ingin bergabung dengan tim Bosnia sebagai pemain naturaslisasi.

(Foto Ilustrasi - test pack/pebasket pria hamil setelah dites urine/istimewa)

Di mana salah satu syaratnya adalah menjalani tes narkoba secara rutin.

Sampai akhirnya pada 2018, FIBA mengkonfirmasi bahwa Cooper telah dituduh melakukan penipuan.

Saat itu juga ia dilarang mengikuti kompetisi basket,

yang tampaknya menjelaskan kepergiannya dari AS Monaco juga.

Media Slovenia mengklaim bahwa Cooper mengirimkan urin pacarnya yang kemudian ia akui sebagai miliknya.

Tanpa sepengetahuan bahwa pacarnya saat itu sedang hamil.

Tetapi FIBA menolak untuk memberikan detail terkait kasus tersebut.

Dengan demikian, Donell Cooper seharusnya sudah diizinkan bermain basket lagi

mengingat hukumannya berakhir pada 24 Juni 2020 lalu.

(*)

Tautan:

https://sosok.grid.id/read/412487275/dites-narkoba-pemain-basket-ini-justru-dinyatakan-positif-hamil-padahal-jelas-jelas-lelaki-tulen-ternyata-ini-penyebabnya?page=all

Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved