Breaking News:

OPINI

Seleksi Jubir KPK, Seleksi yang Mubazir

Bagaimana bisa lembaga antirasuah yang besar dan menjadi tumpuan harapan masyarakat Indonesia, melaksanakan seleksi jubir KPK saja tidak beres?

Editor: Jumadi Mappanganro
Dokumen Susan Margaret Palilingan
Penulis: Susan Margaret Palilingan, 5 besar peserta seleksi calon Juru Bicara KPK dan praktisi media di Kota Manado, Sulawesi Utara. 

Meskipun harus berjuang (antara takut dan bergairah) harus beberapa kali perjalanan Manado ke Jakarta saya lakukan pada saat Pandemi Covid-19 untuk mengikuti tahapan demi tahapan seleksi di PPM Manajemen di Jakarta.

Pada tahap kedua psikotest, Puji Tuhan saya kembali lolos.

Kemudian lanjut ke tahap ketiga yakni Assesment Test dan Pemeriksaan Kesehatan. Juga dilakukan di Jakarta.

Semua saya lewati dengan baik dan dinayatakan lolos ketahap selanjutnya.

Hingga akhirnya tahap ketiga hanya tersisa 5 orang dan kami menunggu pengumuman untuk tahap terakhir yaitu wawancara dengan Komisioner KPK sebagaimana diumumkan kepada kami, sesuai jadwal tanggal 22 September 2020.

Namun entah ada kendala apa di lembaga anti rasuah yang besar ini, sampai memasuki tahun 2021, tahap akhir wawancara dengan Komisioner KPK tidak dilaksanakan.

Pemberitahuan pengumuman tak kunjung ada tanpa alasan yang jelas pada kami, 5 orang peserta yang tersisa.

Setelah menunggu 4 bulan lebih akhirnya pada 27 Januari 2021, keluarlah pengumuman resmi Seleksi Juru Bicara KPK.

Yang mengejutkan, saat melihat di Web PPM Manajemen, tentang Pengumuman Hasil Seleksi Tahap 3 Rekrutmen dan Seleksi Spesialis Humas Utama – Juru Bicara KPK, hasilnya adalah “TIDAK ADA PESERTA YG DIUNDANG (LOLOS) KE TAHAP SELANJUTNYA”.

Sementara, di laman peserta disampaikan ke masing-masing masing peserta dengan redaksi “Dinyatakan tidak memenuhi kualifikasi sesuai yang dipersyaratkan”. 

Halaman
1234
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved