Breaking News:

Berita Boltim

Belum Ada Penetapan Bupati Terpilih, Boltim Berpotensi Dipimpin Kembali Pejabat Sementara

Tertundanya penetapan Bupati Boltim berkaitan dengan permohonan Persilisihan Hasil Pemilihan (PHP) pada Pilkada 2020 di Mahkamah Konstitusi (MK).

tribunmanado.co.id/Siti Nurjanah
Pengambilan nomor urut para paslon bupati dan wakil bupati Boltim. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, TUTUYAN - Penetapan bupati terpilih Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) ditunda.

Sesuai tahapan, KPU Boltim seharusnya telah menetapkan bupati terpilih pada 20 Januari 2021.

Tertundanya penetapan tersebut berkaitan dengan permohonan Persilisihan Hasil Pemilihan (PHP) pada Pilkada 2020 di Mahkamah Konstitusi (MK).

Permohonan PHP Pilkada 2020 tersebut dilayangkan oleh dua paslon bupati Boltim di antaranya Suhendro Boroma - Rusdi Gumalangit (SBRG) dan Amalia Landjar - Uyun K Pangalima (AMA-UKP).

Permohonan keduanya diterima dan terigistrasi di MK pada 18 Januari 2021.

Bahkan, untuk sidang pendahuluan pun akan dilaksanakan pada 29 Januari 2021.

Terkait belum ditetapkannya bupati terpilih untuk Kabupaten Boltim, mengingat pada 17 Februari 2021 Bupati Sehan Landjar dan Wakil Bupati Rusdi Gumalangit telah berakhir masa jabatannya, maka Boltim berpotensi akan dipimpin Pejabat sementara Bupati Boltim.

Terkait hal itu pun diungkapkan Sekretari Daerah (Sekda) Boltim Sonny Warokka kepada Tribunmanado.co.id.

Menurut Sonny Warokka, apabila sidang MK belum selesai sebelum berakhir masa jabatan buoati saat ini, bisa jadi Pjs akan masuk memimpin Boltim.

"Kalau sidangnya itu belum berakhir ya Pjs akan masuk, karena kan setelah sidang selesai tiga hari setelah sidang itu penetapan oleh KPU, kalau sampai 17 Februari belum ditetapkan berarti bisa saja Pjs akan masuk kembali," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Siti Nurjanah
Editor: Rizali Posumah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved