Breaking News:

Komisi Pemberantasan Korupsi

KPK Lelang Berlian dan Mobil Para Koruptor, Minat? Ini Kisaran Harganya

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Jakarta III bakal melelang barang rampasan negara

Editor: muhammad irham
int
Ilustrasi Gedung KPK 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Jakarta III bakal melelang barang rampasan negara dari perkara terpidana Syahrul Rajasampurnajaya dan Hendry Saputra.

"KPK akan melaksanakan lelang eksekusi barang rampasan negara tanpa kehadiran peserta lelang dengan jenis penawaran lelang melalui internet (closed bidding)," kata Plt Juru Bicara Penindakan KPK Ali Fikri melalui keterangannya, Kamis (21/1).

Adapun objek yang akan dilelang antara lain satu paket perhiasan berupa satu gelang emas putih dengan lima mata berlian, satu kalung emas putih dengan lima mata berlian, dua anting emas putih dengan mata berlian, dan satu cincin emas putih dengan mata berlian.

Harga limit perhiasan tersebut yakni Rp 240.451.000 dengan uang jaminan Rp 50 juta.

Kemudian satu unit mobil Double Cabin Mitsubishi Triton berwarna hitam tanpa nomor polisi dengan harga limit Rp 355.373.000 dan uang jaminan Rp 72 juta. Serta satu unit mobil Chevrolet Spark warna hitam metalik dengan Nopol D 1614 AGU dengan harga limit Rp 153.191.000 dan uang jaminan Rp 31 juta.

Menurut Ali, lelang akan dilaksanakan pada Selasa (26/1) pukul 11.00 WIB menggunakan metode penawaran melalui internet atau closed bidding dengan mengakses https://www.lelang.go.id.

"Penetapan pemenang setelah batas akhir penawaran. Persyaratan selengkapnya dapat dilihat pada link berikut http://bit.ly/Lelang201021," kata Ali.

Diketahui, Syahrul Rajasampurnajaya adalah mantan Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappeti) Kementerian Perdagangan, terpidana perkara korupsi dan pencucian uang.

Sementara itu, Hendry Saputra adalan mantan staf di Lapas Kelas I Sukamiskin, terpidana perkara suap terkait dengan pemberian fasilitas, perizinan, ataupun pemberian lainnya di lapas tersebut.

Selain melelang, tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga mengonfirmasi beberapa barang sitaan dari kasus dugaan suap izin ekspor benih lobster atau benur ke eks Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo.

Edhy diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Direktur PT Dua Putra Perkasa (DPP) Suharjito, Rabu (20/1). Selain itu, ia juga digarap tim penyidik KPK sebagai tersangka.

"Penyidik masih terus mendalami dan mengkonfirmasi terkait barang bukti yang telah dilakukan penyitaan," kata Ali.

Beberapa barang yang dikonfirmasi ke Edhy yaitu ponsel yang digunakan sebagai media komunikasi terkait dugaan permintaaan jatah fee kepada tersangka Ainul Faqih, staf Iis Rosyati Dewi yang juga istri Edhy Prabowo.

Kemudian sejumlah uang yang ditemukan saat penggeledahan di rumah dinas jabatan Menteri Kelautan dan Perikanan.

"Termasuk berbagai bukti dokumen yang terkait dengan perkara," kata Ali.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved