Sulut Maju
OD-SK Investasi Kesehatan Sulut Tembus Ratusan Miliar, Berikut 5 Mega Proyek Fasilitas Kesehatan
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Pemerintahan Gubernur Sulut, Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw (OD-SK) menggelontorkan dana ratusan miliar rupiah sepanjang 2020-2021 untuk berinvestasi di sektor kesehatan.
Setidaknya mega proyek Rumah Sakit dibangun di periode ini, belum lagi ketambahan fasilitas alat kesehatan, dan laboratorium.
Informasi dirangkum tribunmanado. co.id, angkanya cukup fantastis, Rp 695 miliar.
Apa saja itu? Berikut 5 mega proyek Sulut di sektor kesehatan.
Baca juga: Peringatan Dini Mulai 19-25 Januari 2021, BMKG: Potensi Cuaca Ekstrem di Sejumlah Wilayah
Baca juga: Misteri Teriakan Tolong saat Cari Sriwijaya Air Akhirnya Terungkap, Roy Suryo: Bukan Suara Manusia
Baca juga: Penampilan Baru Nicholas Sean jadi Sorotan, Brewoknya Bikin Lebih Garang, Netizen Sampai Merayunya
Baca juga: Nofri Kenang Kebaikan Kapten Afwan: Kalau Kamu Tidak Mau Terima, Anggap Saja untuk Anakmu dari Saya
1. RSUD Provinsi Sulut - Rp 290 miliar

Wujud gedung berlantai 11 itu pun sudah menjulang tinggi di tepi Jalan Bethesda.
RS yang dulu bernama RS Ratumbuysang untuk fasilitas pasien dengan gangguan kejiwaan itu kini diubah menjadi RSUD yang melayani pasien umum.
Pemprov mendapat gelontoran dana Rp 290 miliar dari pinjaman BUMN yakni PT Sarana Multi infrastruktur, dalam setahun gedung megah itu sudah berdiri tegak.
Pantauan di lapangan, Gedung RSUD terus dipacu pembangunannya, sebuah plang nama terpampang bertuliskan RSUD Provinsi Sulawesi Utara.
Bangunan didominasi warna putih dan merah, dengan banyak hamparan kaca.
Baca juga: Petinggi TNI Kaget Dirinya Disebut Meninggal Usai Disuntik Vaksin, Ternyata Jadi Korban Berita Hoaks
lokasi yang ada milik daerah dengan dokumen Hak Guna Bangunan.
Luas lahan akan dibangun fasilitas ini 38.800 m2
Pembangunan gedung utama 11 lantai lengkap dengan helipad.
Gedung ini berfungsi sebagai IGD, Ruang Perawatan dan ruang tunggu dengan
Sisanya gedung lain, rumah duka, landscape dan area parkir.
RSUD ini masuk klasifikasi tipe B dengan 400 kamar.
Terdiri dari IGD, ICCU, Isolasi, VIP, VVIP, Ruang Rawat Kelas I, II dan III
RSUD Provinsi Sulut akan beroperasi sebagai Rumah Sakit Rujukan Provinsi serta menjadi RSUD dengan unggulan pusat pelayanan penyakit ginjal dan tumbuh kembang di Sulawesi Utara, bahkan nantinya di Indonesia Timur.
2. RS Mata - Rp 93 Miliar

RS Mata terletak di Kelurahan Bumi Nyiur, Kota Manado.
Fasilitas khusus untuk penyakit mata itu sudah dikembangkan sejak lama, namun kemudian makin ditingkatkan lagi.
Pemprov Sulut sampai rela menggelontorkan Rp 93 miliar untuk membuat gedung baru.
Pada proyek ini Pemprov Sulut mendapat kucuran dana pinjaman Rp 100 miliar dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), satu di antara BUMN.
Proyek itu akan dilaksanakan dengan anggaran Rp 93 miliar dikerjakan PT Hutama Karya.
Baca juga: Kata-kata Terakhir Donald Trump Sebagai Presiden AS, Doakan Biden dan Gerakan Politik Baru Dimulai
Gubernur Olly mengatakan, Pemprov memutuskan menambah fasilitas kesehatan untuk masyarakat. Ia melihat terjadi peningkatan
"Kami selalu melihat meningkat terus sehingga banyak yang antre tentunya masyarakat perlu kita layani karena kehadiran pemerintah di tengah-tengah masyarakat ini yang diperlukan agar masyarakat Sulut tetap sehat," kata Gubernuru
Ia mengapresiasi seluruh pemangku yang terlibat dalam proses pembangunan proyek RS ini
"Kita tahu persis pembangunan sarana dan prasarana kesehatan di sulut menjadi target dari pemerintahan OD-SK dalam mewujudkan Sulut Hebat semakin sehat," kata Olly Dondokambey.
Olly pun berharap lagi kepada seluruh jajaran RS Mata ke depan agar lebih meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
"Target kami untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada seluruh masyarakat Sulawesi Utara," ujarnya.
3. RSJ Ratumbuysang - Rp 75 miliar

Pemprov Sulut siap membangun Rumah Sakit Jiwa (RSJ) di tahun 20201.
Wakil Gubernur Sulut, Steven Kandouw didampingi sejumlah pejabat Pemprov Sulut melakukan peninjauan langsung ke lokasi pembangunan RS yang berada di Desa Kalasey II, Kabupaten Minahasa, Selasa (19/1/2021).
RSJ yang akan dibangun baru ini tetap dinamai RSJ Prof Ratumbuysang. RSJ ini sebelumnya terletak di Jalan Bethesda, Kota Manado.
Fasilitas itu dulunya RSJ diubah menjadi RS umum. Kini lokasi yang sekarang sudah diubah menjadi RSUD Provinsi Sulut.
Pemprov pun membangun fasilitas RSJ baru di Desa Kalasey II, Kabupaten Minahasa.
Wagub Steven mengatakan, RSJ ini untuk melengkapi fasilitas rumah sakit yang ada di Sulut.
Ia membeber rencana Pemprov, mulai dari menghadirkan RSUD Tipe B Provinsi Sulut sebagai pusat rujukan tingkat provinsi, pengembangan RS Mata sebagai pusat rujukan wilayah Indonesia bagian Timur.
Selain itu juga ada pembangunan RSJ Ratumbuysang sebagai pusat rujukan pelayanan kesehatan jiwa di Indonesia Bagian Timur, sampai pada pengembangan RSUD Noongan, RSUD Bitung dan pembangunan RSUD Kota Kotamobagu sebagai RS rujukan regional.
Diketahui, pelayanan RSJ Ratumbuysang bakal terus dioptimalkan lewat sarana dan prasarana yang lebih memadai. Terlebih saat ini RSJ Ratumbuysang telah meraih Akreditasi Madya (3 bintang) edisi SNARS 1.0 dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS).
Kepala Dinas Kesehatan Sulut, Debbie Kalalo mengatakan, RSJ akan dibangun di Kalasey mulai 2021
"Anggarannya diperkirakan Rp 75 miliar, tapi tidak sekaligus diplot, tapi bertahap," ujar dia.
4. Alkes RSUD Provinsi Sulut - Rp 200 miliar
Di tahun 2021, proyek infrastruktur kesehatan masih akan berlanjut.
Kepala Dinas Kesehatan Sulut, Debbie Kalalo mengatakan, RSUD Provinsi Sulut yang sudah rampung perlu diisi dengan alat -alat kesehatan (alkes)
Diperkirakan alkes akan menelan anggaran Rp 200 miliar lagi
"Tapi sudah kami cicil, beberapa sudah ada," kata dr Debbie.
2021 ia menargetkan RSUD Provinsi Sulut akan beroperasi meski belum 100 persen, karena menanti juga kelengkapan alkes
5. Laboratorium RSUD Provinsi Sulut - Rp 37 Miliar

RSUD Provinsi Sulut juga akan ketambahan sarana laboratorium. Bangunan itu sebenarnya berada persis di samping gedung utama. Belakangan pembangunan gedung lab tersebut terkait kasus korupsi, sehingga tak selesai dibangun.
Ditambah penguatan dan merampungkan gedung yang lama, Kepala Dinas Provinsi Sulut, Debbie mengatakan, pembangunan lab akan menelan anggaran sekitar Rp 37 miliar.
Belum berhenti di situ, Pemprov Sulut juga sudah merencanakan pembangunan RS Jiwa, pengganti RS Ratunbuysang yang sudah diubah menjadi RSUD Provinsi Sulut yang sekarang.
dr Debbie mengatakan, RS Jiwa akan dibangun di Kalasey mulai 2020
Baca juga: Masih Ingat Artis-artis Lawas Ini? Lama Menghilang Ternyata Sudah Meninggal, Ada yang Masih Muda
"Anggarannya diperkirakan Rp 75 miliar, tapi tidak sekaligus diplot, tapi bertahap," ujar dia.
Masih ada lagi anggaran penataan lahan RSUD Provinsi Sulut. Dana itu terpisah dengan anggaran fisik bangunan.
Anggaran menata lahan bakal menelan dana Rp 15 miliar
"Saat ini baru 30 persen, tahun depan penataanya selesai," kata Steven Kepel, Kepala Dinas Perkim Sulut.
Penataan lahan mencakup jalan hotmix, parkir, hingga air mancur.
"Ada nama RSUD Provinsi Sulut dibagian depan, nanti bisa buat selfie," ujarnya. (ryo)
Baca juga: Mensos Usulkan Pembangunan Rusun Bagi Korban Bencana Banjir dan Tanah Longsor di Manado
SUBSCRIBE YOUTUBE TRIBUN MANADO: