Breaking News:

Mendulang Dollar di Negeri Orang: Peluang dan Tantangan Menjadi Pekerja Migran Indonesia

Masalah pengangguran merupakan tantangan pelik yang kerap menyita perhatian pemerintah Indonesia.

Penulis: Fernando_Lumowa | Editor:
ISTIMEWA
Pelatihan calon Pekerja Migran Indonesia beberapa waktu lalu. 

Oleh karena itu, karena kontribusinya yang luar biasa bagi Indonesia, maka tidak berlebihan rasanya apabila para pekerja ini dianugerahi gelar “Pahlawan Devisa” serta mendapatkan perlakuan layaknya warga VVIP dari pemerintah.

Peluang Kerja ke Luar Negeri
Dalam rangka memfasilitasi penempatan pekerja migran Indonesia ke luar negeri, pemerintah telah membuka berbagai program penempatan baik program penempatan antara pemerintah dan pemerintah, program penempatan antara pemerintah dan swasta, maupun mengatur penempatan yang dilakukan oleh perusahaan penempatan swasta.

Seluruh program ini menawarkan penghasilan yang cukup menggiurkan sehingga patut untuk dipertimbangkan.

Pertama adalah penempatan ke Jepang dan Korea melalui skema Government to Government (G to G) yang hingga saat ini terus menjadi primadona karena fasilitas dan gaji yang ditawarkan sangat menggoda.

Untuk program G to G Jepang, sektor pekerjaan yang dibuka adalah khusus untuk posisi Careworker dan Nurse lulusan sarjana keperawatan, sedangkan untuk program G to G Korea sektor pekerjaan yang dibuka lebih bervariasi mulai dari sektor manufaktur, sektor pertanian, sektor konstruksi, sektor perikanan, dan sektor jasa dengan jenjang pendidikan minimal memiliki ijazah sekolah menengah pertama.

Kelebihan yang akan didapat oleh pekerja migran Indonesia antara lain mendapatkan gaji mulai dari ±Rp. 20juta/bulan (diluar lembur, tunjangan dan bonus tahunan), adanya kejelasan kontrak antara pekerja dan perusahaan, terdaftar di pemerintah kedua negara, serta mendapatkan transfer ilmu pengetahuan untuk pengembangan diri dan potensi.

Kedua adalah penempatan ke Taiwan dengan skema Special Placement to Taiwan atau yang lebih dikenal dengan nama SP2T.

Program SP2T merupakan terobosan baru dari pemerintah dalam menempatkan pekerja migran Indonesia ke Taiwan melalui Direct Hiring Service Center (DHSC).

Program ini bertujuan untuk memudahkan menyederhanakan, dan mempercepat proses penyiapan penempatan PMI yang akan bekerja ke Taiwan untuk mewujudkan proses penempatan yang transparan.

Untuk jenis pekerjaan sendiri, program SP2T Taiwan banyak menawarkan posisi di sektor manufaktur dengan kualifikasi pendidikan minimal SMA.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved