Selasa, 28 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Info BMKG

PERINGATAN DINI di Sulut, Manado dan Sekitarnya, BMKG Jelaskan Penyebab Terjadinya Cuaca Ekstrem

BMKG dari Stasiun Meteorologi Maritim Bitung,mengeluarkan peringatan dini untuk wilayah Sulut, Manado dan sekitarnya.

Editor: Frandi Piring
Istimewa
Ombak tinggi di Kawasan Megamas, Manado, Minggu (17/1/2021) masuk ke badan jalan 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Peringatan dini BMKG cuaca ekstrem di Manado Sulawesi Utara dan wilayah sekitarnya.

Diketahui, gelombang pasang terjadi di wilayah pesisir pantai Manado, Sulawesi Utara,

tepatnya di kawasan Boulevard, Minggu (17/1/2021) sore.

Penyebab cuaca buruk di Sulut, tepatnya di Manado dan sekitarnya di jelaskan pihak BMKG.

Gelombang Tinggi Terpa Pesisir Manado
Gelombang Tinggi Terpa Pesisir Manado (Istimewa)

Dikutip dari Kompas.com, di belakang Manado Town Square (Mantos) yang biasa menjadi tempat parkir kendaraan, gelombang air laut melebihi batas normal.

Hempasan ombak pantai di kawasan ini bahkan sampai ke badan jalan.

Tak hanya itu, ombak yang kencang juga membawa material kerikil.

Ketinggian ombak mencapai sekitar 3-4 meter.

Terlihat badan jalan mulai tergenang air dan dipenuhi kerikil-kerikil. Beruntung tak banyak kendaraan yang diparkir.

Karena gelombang tinggi ini, terlihat kendaraan yang akan masuk kawasan Mantos harus balik arah.

Peringatan dini

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Bitung,

mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi untuk dua hari ke depan, Senin (18/1/2021) sampai Selasa (19/1/2021).

Koordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Bitung, Ricky Daniel Aror mengatakan,

ada lima wilayah berpeluang terjadi gelombang tinggi 2,5 sampai 4 meter (rough sea) di Sulawesi Utara.

"Yakni laut Sulawesi bagian timur, perairan Kepulauan Sangihe, perairan Kepulauan Talaud,

sebelah barat perairan Kepulauan Sitaro, dan laut Maluku bagian utara," ujarnya seperti dikutip dari rilis tertulis, Minggu (17/1/2021).

Tinggi gelombang 1,25 sampai 2,5 meter (moderate sea) berpeluang terjadi di perairan utara Sulut,

perairan Kepulauan Sitaro, perairan Bitung-Likupang, laut Maluku, dan laut Sulawesi.

Sementara itu, BMKG Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado juga telah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di Sulut.

Koordinator Operasional Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado Ben Arther Molle menjelaskan,

hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang berpotensi terjadi di Kepulauan Sangihe, Talaud, Sitaro, dan Minahasa Utara.

"Serta dapat meluas ke wilayah Manado, Bitung, Minahasa Utara, Tomohon, Minahasa, Minahasa Selatan, dan Minahasa Tenggara.

Kondisi ini diperkirakan masih dapat berlangsung hingga pukul 21.55 WITA," jelasnya.

Ia juga mengimbau bagi masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir dan tanah longsor,

di bantaran sungai dan lereng bukit untuk lebih berhati-hati.

"Harus waspada dan tanggap potensi bencana hidrometeorologi.

Pantau terus informasi peringatan dini dari kami yang bisa didapat di Intagram @Infocuaca_Sulut dan Facebook BMKG Sulawesi Utara," kata Ben.

Penyebab Cuaca Ekstrem di Manado

Cuaca ekstrem melanda wilayah Sulawesi Utara dalam dua hari terakhir hingga Sabtu (16/1/2020).

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG) menyebutkan, cuaca ekstrem ini berpotensi mengakibatkan bencana hidrometeorologi seperti banjir dan lain-lain.

Koordinator Operasional Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado Ben Arther Molle menjelaskan, ada beberapa penyebab cuaca ekstrem di Sulut.

Sesuai pantauan BMKG, selain La Nina, ada beberapa fenomena cuaca yang memberikan dampak yang cukup signifikan di wilayah Sulut.

"Pertama adalah gelombang tropis aktif yang mengakibatkan pertumbuhan awan-awan hujan yang lebih signifikan.

Lalu kedua, kelembapan udara yang relatif tinggi dan suhu muka laut yang hangat,

sehingga mendukung suplai massa udara basah di Sulawesi Utara," kata Ben saat dikonfirmasi Kompas.com, Sabtu.

Penyebab lainnya adalah adanya pertemuan angin dan perlambatan angin yang memicu hujan lebat

dan potensi petir di wilayah-wilayah terbentuknya.

"Topografi tiap-tiap daerah di Sulawesi Utara juga memengaruhi karakteristik cuaca di wilayah tersebut," ujar dia.

Dia menuturkan, periode Januari-Februari, hujan untuk wilayah Sulut secara umum diperkirakan

masih pada kategori menengah hingga tinggi (50 mm-200 mm/dasarian atau per minggu).

"Hal ini diakibatkan oleh gangguan-ganguan atmosfer," sebut Ben.

Ia menambahkan, daerah dengan tingkat potensi terjadi hujan lebat dan bencana hidrometeorologi tinggi di Sulut,

yakni Minahasa, Tomohon, Minahasa Utara,

Manado, Bolaang Mongondow Selatan, Bolaang Mongondow dan sekitarnya.

Kemudian Minahasa Tenggara, Sangihe, Sitaro, serta wilayah Kotamobagu.

"Tetapi untuk wilayah lainnya juga agar tetap waspada," kata Ben.

Gelombang tinggi yang melanda Kota Manado, Sulawesi Utara, pada Minggu (17/01/2021)
Gelombang tinggi yang melanda Kota Manado, Sulawesi Utara, pada Minggu (17/01/2021) (Facebook)

Ben menyatakan, pihaknya akan terus memberikan informasi peringatan dini cuaca ekstrem,

baik 1-3 jam dan peringatan dini satu mingguan untuk wilayah potensi terjadi hujan lebat kepada pemangku kepentingan.

"Yang di dalamnya ada pemerintah daerah, BPBD, TNI, Polri, Basarnas dan lain-lain melalui WhatsApp grup

dan informasi langsung lainnya untuk mewaspai potensi bencana hidrometeorologi yang dapat terjadi," kata dia.

Ia juga mengimbau bagi masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir dan tanah longsor,

di bantaran sungai dan lereng bukit untuk lebih berhati-hati.

"Harus waspada dan tanggap potensi bencana hidrometeorologi,

serta pantau terus informasi peringatan dini dari kami yang bisa didapat di Intagram @Infocuaca_Sulut dan Facebook BMKG Sulawesi Utara," kata Ben

(Kompas.com)

https://regional.kompas.com/read/2021/01/18/05150021/ombak-besar-terjang-pesisir-pantai-manado-hingga-ke-jalan-ini-peringatan

https://regional.kompas.com/read/2021/01/16/14151121/ini-penyebab-cuaca-ekstrem-di-sulut-warga-diminta-waspada-bencana

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved