Gelombang Tinggi

Penjelasan BMKG Tentang Gelombang Mirip Tsunami di Bibir Pantai Manado

gelombang tinggi yang mirip tsunami yang menghantam pantai di Kota Manado, terjadi karena angin yang bertiup kencang.

Editor: muhammad irham
Istimewa
Gelombang Tinggi Terpa Pesisir Manado 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sam Ratulangi, Manado, mengatakan, gelombang tinggi yang mirip tsunami yang menghantam pantai di Kota Manado, terjadi karena angin yang bertiup kencang.

Selain itu, gelombang laut di perairan Manado, saat ini tergolong tinggi sehingga berpengaruh signifikan terhadap tingginya gelombang yang mengantam bibir pantai di Kota Manado.

Menurut Koordinator Operasional Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, Ben Arther Molle, pada saat terjadi gelombang tinggi itu, BMKG mencatat kecepatan angin berkisar 15-30 knot atau setara 30-60 kilometer per jam.

Terkait dengan kondisi itu, pihaknya mengimbau masyarakat untuk tetap waspada.

Sebab, potensi angin kencang masih akan terjadi hingga beberapa hari ke depan.

Sementara Koordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Bitung, Ricky Daniel Aror mengatakan, peringatan dini gelombang tinggi sudah dikeluarkan BMKG untuk dua hari ke depan.

Sedikitnya ada lima wilayah yang berpotensi diterjang gelombang tinggi 2,5 sampai 4 meter di wilayah Sulawesi Utara.

"Yakni laut Sulawesi bagian timur, perairan Kepulauan Sangihe, perairan Kepulauan Talaud, sebelah barat perairan Kepulauan Sitaro, dan laut Maluku bagian utara," ujarnya seperti dikutip dari rilis.

Sedangkan gelombang 1,25 sampai 2,5 meter berpotensi terjadi di perairan utara Sulut, perairan Kepulauan Sitaro, perairan Bitung-Likupang, laut Maluku, dan laut Sulawesi.

Selain itu, BMKG juga mengimbau warga yang tinggal di daerah rawan banjir dan tanah longsor untuk lebih berhati-hati.

Sebab, cuaca ekstrem berpotensi terjadi di sejumlah wilayah, antara lain Kepulauan Sangihe, Talaud, Sitaro, dan Minahasa Utara.

"Serta dapat meluas ke wilayah Manado, Bitung, Minahasa Utara, Tomohon, Minahasa, Minahasa Selatan, dan Minahasa Tenggara.

Kondisi ini diperkirakan masih dapat berlangsung hingga pukul 21.55 WITA," ungkap Koordinator Operasional Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado Ben Arther Molle.

Mirip Tsunami

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved