Breaking News:

Kasus Penipuan

Cerita Budi yang Beli Emas 7 Ton Namun Hanya Terima 5,9 Ton

Tak tanggung-tanggung, Budi menjadi korban penipuan pembelian emas seberat 1,1 ton atau seharga Rp573 miliar.

Editor: muhammad irham
Sriwijaya post
Emas Batangan 

TRIBUNMANADO.CO.ID – Membeli emas satu gram, 10 gram, atau 100 gram mungkin sudah biasa. Tapi, membeli emas dengan berat ton-tontan sudah pasti tak semua orang punya kemampuan finansial seperti itu. Hanya orang-orang dengan predikat 'crazy rich' bisa melakukannya.

Namun hati-hati, membeli emas dalam jumlah fantastis itu ternyata juga rawan penipuan.

Setidaknya itulah yang dialami seorang konglomerat asal Surabaya, Budi Said. Ia tertipu saat membeli emas. Tak tanggung-tanggung, Budi menjadi korban penipuan pembelian emas seberat 1,1 ton atau seharga Rp573 miliar.

Kasus ini bermula ketika Budi membeli emas PT Aneka Tambang (Antam) pada 2018 silam melalui Eksi Anggraeni yang mengaku sebagai marketing Antam. Dalam transaksi itu, Eksi menjanjikan harga diskon kepada Budi. Budi lalu memesan emas batangan sebanyak 7,071 ton kepada Eksi.

Namun dari 7.071 kilogram yang disepakati antara Budi dengan Eksi, emas batangan yang diterima hanya sebanyak 5.935 kilogram.

Sedangkan selisihnya 1.136 kilogram tidak pernah diterima Budi. Padahal menurut pengakuan Budi, uang telah diserahkan ke PT Antam sebesar Rp 3,5 triliun.

Budi menyebut, saat itu dirinya tertarik membeli emas Antam lantaran tergiur dengan program potongan harga yang dijelaskan Eksi.

Namun setelah melakukan pembayaran melalui transfer secara bertahap, kekurangan emas yang dibeli tidak kunjung diterima oleh Budi Said.

Akibat tidak ada pengiriman emas lagi, Budi merasa ditipu dan selanjutnya mengirim surat ke PT Antam Cabang Surabaya. Namun surat itu tidak pernah dibalas.

Sehingga Budi kemudian berkirim surat ke Antam Pusat di Jakarta. Kendati demikian, Antam pusat menyatakan tidak pernah menjual emas dengan harga diskon.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved