Breaking News:

Vaksinasi Covid

Ketua IDI Sulut: Masyarakat Jangan Takut Vaksin Sinovac, Sudah Lalui BPOM dan Rekomendasi MUI

Pandemi Coronavirus Disease (Covid-19) di Sulawesi Utara (Sulut) terus diseriusi berbagai pihak

Penulis: Fistel Mukuan | Editor: David_Kusuma
Istimewa
Ketua IDI Sulut dr Franckie R R Maramis MKes PKK SpKT 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Penanganan pandemi Coronavirus Disease (Covid-19) di Sulawesi Utara (Sulut) terus diseriusi berbagai pihak.

Berbagai sumbangsih juga terus diutarakan agar penanganan penyebaran Covid-19 bisa efektif dan wabah ini bisa cepat berakhir.

Pemerintah pusat juga terus berusaha sehingga bisa mendatangkan vaksin Sinovac.

Kemarin Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) membuktikan dan meyakinkan masyarakat bahwa vaksin Sinovac untuk cegah Covid-19 aman dan halal dan dirinya yang pertama kali disuntik.

Baca juga: Berkurang, Kini Jumlah Calon Penerima Vaksin Sinovac di Tomohon Menjadi 1.380 Tenaga Kesehatan

Baca juga: Pemkab Bolmong Siapkan Cadangan Beras 7,5 Ton Pada Tahun Ini

Baca juga: Puskesmas Teling Atas Siap Lakukan Vaksinasi Covid-19, Data Penerima Vaksin Bisa Terus Bertambah

Baca juga: Pendam XIII/Merdeka Rayakan HUT Ke-70, Kapendam : Laksanakan Tugas Setulus Hati

Di Sulawesi Utara sudah mendapat vaksin tersebut dan sudah mulai didistribusikan kemarin di kabupaten dan kota.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sulut dr Franckie R R Maramis MKes PKK SpKT ketika dihubungi melalui sambungan telepon mengatakan masuknya vaksin ini, untuk diberlakukan ada dua prinsip.

"Dua prinsip ini adalah pertama, tentang keamanan daripada vaksin ini dan otoritas yang menentukan itu adalah Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) dan itu sudah diterbitkan maka secara legal keamananannya sudah terjamin," katanya.

Baca juga: PDI Perjuangan Bitung Torehkan Rekor Muri

Baca juga: Ini Pesan Steven Kandouw untuk Trio H yang Baru Dilantik sebagai Anggota DPRD Sulut

Lanjutnya, yang kedua tentang halal atau tidak, itu sudah dikeluarkan rekomendasi oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI), maka dua proses ini sudah dilakukan berarti sudah sah.

"Kemarin sudah diawali penyuntikan kepada bapak Presiden, kemudian akan diikuti oleh kelompok-kelompok lainnya. Tahap selanjutnya akan sampai kepada masyarakat dan sekarang masih diprioritaskan untul tenaga kesehatan," tambahnya lagi.

Berarti baginya, sekarang ini tidak ada alasan untuk mempermasalahkan vaksin ini, yang sebelumnya muncul kontroversi dan berita-berita hoaks, maka sekarang tidak masalah lagi.

Baca juga: Puluhan Warga Mendadak Lumpuh, Mereka Juga Alami Demam Tinggi, Ini Penyebabnya

Kepada masyarakat ketua IDI mengajak masyarakat,

untuk ikuti aturan yang sudah diatur oleh pemerintah untuk menguatkan imun ini agar supaya bisa memutuskan rantai penyebaran Covid-19.

"Jadi bagi masyarakat jangan ada rasa ragu lagi untuk terima vaksin ini karena sudah melalui dua lembaga yaitu BPOM dan MUI," tutupnya.(fis)

Baca juga: Istri Sah Aldebaren Tak Kuat dan Ancam Balik Netizen yang Minta Suaminya Jadian Beneran dengan Andin

SUBSCRIBE YOUTUBE TRIBUN MANADO:

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved