Breaking News:

Kasus Ijazah Palsu Calon Bupati Minut

Kasus Ijazah Palsu Calon Bupati Minut: Nasib 8 Penyelenggara Pemilu Ditentukan Hari ini

5 komisioner KPU Minut diadukan lewat dua perkara yakni Perkara 130-PKE-DKPP/X/2020 dan Perkara 141-PKE-DKPP/XI/2020. 

Ist/dokumentasi DKPP
Proses sidang kasua etik dugaan ijazah palsu SGR 

TRIBUNMANADO. CO. ID,  MANADO - Nasib 5 Komisioner KPU dan 3 Komisioner Bawaslu Minahasa Utara (Minut) akan ditentukan oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP),  Rabu (13/1/2021)

Para penyelenggara pemilu dilaporkan ke DKPP terkait kasus ijazah palsu Calon Bupati Minut, Shintia Gelly Rumumpe (SGR). 

Meski Pilkada Minut sudah usai dengan kekalahan dari SGR,  namun kasus etik itu masih berlanjut disidang DKPP. 

5 komisioner KPU Minut diadukan lewat dua perkara yakni Perkara 130-PKE-DKPP/X/2020 dan Perkara 141-PKE-DKPP/XI/2020. 

Mereka yang teradu yakni Stella Martina Runtu, Darul Halim, Hendra Samuel Lumanauw, Dikson Lahope, dan  Robby Manopo.

Sementara, 3 komisioner Bawaslu disidangkan juga dengan dua perkara,  yakni perkara 131-PKE-DKPP/X/2020 dan perkara 142-PKE-DKPP/XI/2020. 

Mereka yang teradu yakni Simom Awuy, Rahman Ismail dan Rocky Ambar.

DKPP pun sudah menjadwalkan sidang kode etik penyelenggara Pemilu dengan agenda Pembacaan Putusan terhadap 17 Perkara di Ruang Sidang DKPP, Gedung DKPP, Jakarta Pusat, Rabu (13/1/2021) pukul 09.30 WIB.

Kepala Bagian (Kabag) Humas, Data dan Teknologi Informasi DKPP Ashari mengatakan semua perkara yang akan diputus telah diperiksa sebelumnya baik melalui sidang di ruang sidang DKPP Jakarta, sidang di tempat (sidang pemeriksaan di daerah), dan sidang jarak jauh melalui fasilitas video conference.

“Sidang putusan merupakan sidang terakhir atau final dari sebuah perkara yang telah diperiksa,” kata Ashari.

Halaman
123
Penulis: Ryo_Noor
Editor: Rizali Posumah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved