UMKM Bolmong
Bantuan Presiden Gerakkan UMKM Bolmong
Diketahui, UMKM Bolmong terbanyak bergerak di bidang pertanian. Lainnya di sektor jasa. Ada pula UMKM yang tengah berkembang yakni masker.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Rizali Posumah
TRIBUNMANADO.CO.ID - Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Bolmong Ofir Ratu berharap Bantuan Presiden (Banpres) Produktif untuk usaha mikro (BPUM) dapat menggerakkan sektor UMKM di masa pendemi Covid 19.
"Saya harap bantuan tersebut dapat menjadi stimulus untuk ekonomi kecil agar tetap bertahan bahkan produktif di masa pendemi," kata dia kepada Tribun Manado, Selasa (12/1/2021) di ruang kerjanya.
Sebut Ofir terdapat banyak penerima bantuan tersebut di Bolmong.
Untuk angka pastinya ia tidak tahu pasti.
Ia mewanti - wanti penerima agar tidak menyalahgunakan bantuan sebesar 2,4 juta tersebut.
"Jangan dipakai foya foya, apalagi sampai beli miras. Gunakan untuk kepentingan memodali usaha," katanya.
Sebut dia, bantuan tersebut diterima tahun lalu. Pencairan terakhir pada bulan November.
Tahun ini, pencairan masih menanti petunjuk.
"Untuk tahun ini kita masih tunggu," ujarnya.
Diketahui, UMKM Bolmong terbanyak bergerak di bidang pertanian. Lainnya di sektor jasa.
Ada pula UMKM yang tengah berkembang yakni di bidang pembuatan masker. (art)
Baca juga: Peringatan Dini Cuaca Besok Kamis 14 Januari 2021, BMKG: Sejumlah Wilayah Potensi Cuaca Ekstrem
Baca juga: Perbedaan Sakit Tenggorokan karena Alergi dan Terkena Covid-19
Baca juga: Mulan Jameela Ungkap Alasan Kini Tak Tinggal Bersama Ahmad Dhani
Geliat UMKM Bolmong di Masa Pendemi
Sejumlah UMKM di Bolmong terus melakukan terobosan untuk memecah kebuntuan ekonomi.
Salah satunya adalah Lembaga Kesejahteraan Sosial Morobayat di Desa Muntoi Timur, Kabupaten Bolmong.
Mereka kini memproduksi kerajinan dari serat daun nenas.
"Kami produksi jadi tas, dompet dan handbag kemudian kami pasarkan di internet," kata Sofyanto, pembina perkumpulan itu.
Ia menjelaskan daur produksi usaha tersebut.
Awalnya pengrajin membeli daun nenas dari petani.
Kemudian serat dikeluarkan dari daun dan diproses jadi aneka kerajinan tangan.
"Jadi dari bahan yang awalnya dianggap tak penting lantas diolah jadi sesuatu yang penting," kata dia.
Adanya usaha tersebut, beber dia, mengubah mindset masyarakat untuk kreatif dan berpikir ekonomis dengan memanfaatkan setiap peluang.
Terus membesarnya usaha tersebut, ia optimistis, produk dari daun nenas bisa jadi ikon ekonomi Bolmong. (art)
Baca juga: Sumber Asal Virus Corona di Laboratorium Virologi Wuhan China, AS Tunjukkan Bukti Baru Ini
Baca juga: Vaksin Covid-19 Menuju Kota Tomohon, Dikawal Ketat, Dipimpin Danyon A Pelopor AKBP J H Sitorus
Baca juga: 8 Potret Dayana, Gadis Cantik Asal Kazakhstan yang Terima Lamaran Youtuber Indonesia Fiki Naki
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/ofir-ratu_20180213_153737.jpg)