Terkini Nasional
Kisah Paulus Relakan Tiket Sriwijaya Air Dibeli Hangus, Pilih Naik Kapal Laut karena Swab Test Mahal
Paulus membatalkan penerbangannya itu karena biaya swab test Covid-19 yang nominalnya, lebih tinggi dibading harga tiket pesawat.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Kecelakaan Pesawat Sriwijaya SJ-182 rute Jakarta-Pontianak di Kepulauan Seribu masih meninggalkan cerita.
Seperti yang dialami Paulus Yulios Kollo, calon penumpang Pesawat Sriwijaya Air.
Paulus membatalkan penerbangannya itu karena biaya swab test Covid-19 yang nominalnya, lebih tinggi dibading harga tiket pesawat tersebut.
"Saya membatalkan penerbangannya karena biaya swab-nya lebih mahal dibanding harga tiketnya," kata Paulus, saat dihubungi TribunJakarta.com, Senin (11/1/2021).
Cerita bermula pada Senin (4/1/2021), Paulus hendak menuju Pontianak bersama rekannya, Indra Wibowo, guna mengurusi pekerjaan.
Diketahui, nama Indra Wibowo dan Paulus telah termaktub dalam manisfes (daftar isi muatan pesawat) Sriwijaya SJ-182 rute Jakarta-Pontianak.
Dalam manifest tersebut, nama mereka bersama tiga penumpang lainnya dicoret dengan garis kuning.
Namun, belum diketahui ketiga nama lainnya membatalkan penerbangannya atau tidak.
Ketiganya yakni Aisah Dewi Handayani, Rifqi Maulana, dan Yulianto.
Paulus melanjutkan, semula dirinya telah berangkat dari Makassar menuju Jakarta guna kepentingan transit sementara, yang nantinya akan berlanjut ke Pontianak.
Mereka terbang dari Makassar menuju Jakarta menggunakan pesawat Sriwijaya, berlangsung pada Senin (4/1/2021).
"Saya dari Makassar naik pesawat Sriwijaya juga pada tanggal 4 Januari 2021. Tapi dari sana (Makassar) hanya disyaratkan melakukan rapid antigen saja," beber Paulus.
"Saya dengan Indra Wibowo akhirnya ikut rapid antigen karena biayanya terjangkau. Berangkatlah kami dan tiba di Jakarta pada hari yang sama," lanjutnya.
Mereka pun beristirahat beberapa hari di sekitar Bandara Soekarno Hatta.
Keesokan harinya, Selasa (5/1/2021), Paulus mendapat kabar bahwa dirinya diwajibkan melakukan swab test Covid-19 jika ingin melanjutkan penerbangan ke Pontianak.
"Nah, karena biayanya lebih mahal daripada harga tiket pesawat, kami memilih naik kapal laut," tambah Paulus.
"Kami pun pesan tiket kapal pada kira-kira tanggal 7 Januari 2021. Lalu, keesokan harinya saya dan Indra berangkat naik kapal laut menuju Pontianak," lanjutnya.
Paulus dan Indra merelakan biaya tiket pesawat Sriwijaya SJ-182 yang telah dibayarkan pihak kantornya hangus.
Sebab, kata Paulus, biaya kapal laut lebih terjangkau jika dibanding nominal swab test Covid-19 di Bandara Soekarno Hatta.
Pada Minggu (10/1/2021), Paulus dan Indra pun sampai di Pontianak.
Kabar menyoal Pesawat Sriwijaya SJ-182 hilang kontak pun diterima Paulus dan Indra.
Betapa kagetnya mereka saat mengetahui pesawat yang rencananya mereka tumpangi, hilang kontak dan diduga jatuh di Pulau Laki, Kepulauan Seribu.
Pesawat yang mengangkut 46 penumpang dewasa, 7 anak-anak, 3 bayi, dan 6 kru penerbangan ini dikabarkan hilang kontak sekira 11 mil laut arah utara Bandara Soekarno-Hatta.
"Saya turut berduka cita kepada keluarga penumpang pesawat Sriwijaya SJ-182. Semoga diberi kesabaran dan ketabahan," kata Paulus.(TribunJakarta.com/Muhammad Rizki Hidayat)
BERITA TERKINI TRIBUNMANADO:
Baca juga: Bacaan Alkitab Selasa 12 Januari 2021, Amsal 6:5: Cerdik dan Cekatan Bagai Kijang
Baca juga: Rafathar Heran Raffi Ahmad Mendadak Perhatian ke Nagita: Biasanya Nggak Ngurusin Keluarga
Baca juga: Pendaftaran Dibuka hingga 15 Januari 2021, Berikut 8 Jabatan yang Diperlukan Oleh Pemkot Kotamobagu
SUBSCRIBE YOUTUBE TRIBUNMANADO OFFICIAL:
Artikel ini telah tayang di Tribunwow.com dengan judul Cerita Paulus Yulios Kollo Tak Jadi Naik Pesawat Sriwijaya Air SJ 182, Pilih Naik Kapal Laut