Breaking News:

Vaksinasi di Sulut

BPOM Keluarkan Izin Penggunaan Darurat, Sulut Siap Distribusi Vaksin Sinovac ke Kabupaten/Kota

Juru Bicara Satgas Covid 19 Provinsi Sulut, dr Steaven Dandel mengatakan, vaksin Covid 19 siap didistribusikan ke kabupaten/kota.

Tribun Manado/Don Ray Papuling
Juru Bicara Satgas Covid 19 Provinsi Sulut, dr Steaven Dandel mengatakan, vaksin Covid 19 Sinovac siap didistribusikan ke kabupaten/kota. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Izin penggunaan darurat vaksin Covid-19 atau emergency use authorization (EuA) untuk vaksin Sinovac, resmi dikeluarkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Dengan adanya izin tersebut, maka vaksin Covid-19 Sinovac bisa digunakan di Indonesia. 

Juru Bicara Satgas Covid 19 Provinsi Sulut, dr Steaven Dandel mengatakan, vaksin Covid 19 ini siap didistribusikan ke kabupaten/kota.

"Instruksi dari pemerintah pusat, soal emergency user authorization vaksin belum bisa didistribusikan ke kabupaten/kota, regulasinya memang seperti itu. Harus menunggu adanya izin edar darurat baru bisa diedarkan," kata dia.

Sekitar 15.000 dosis vaksin sudah ada di tempat penyimpanan Dinas Kesehatan Provinsi Sulut, akan ketambahan lagi sekitar 8.000 dosis.

Terus bertahap akan dipasok pusat. Rencana target vaksinasi ini akan berlangsung 15 bulan, namun instruksi Presiden Jokowi bisa dipercepat hingga 12 bulan.

Sebelumnya, Kepala BPOM, Penny K Lukito dalam jumpa pers, Senin (11/1/2021) menyampailan izin penggunaan darurat vaksin Sinovac dikeluarkan BPOM didasarkan pada hasil uji keamanan, khasiat dan mutu vaksin Sinovac. 

"Berdasarkan data -data tersebut dan mengacu kepada persyaratan dan panduan WHO dalam pemberian persetujuan EuA untuk vaksin Covid-19 maka vaksin Sinovac ini memenuhi persyaratan untuk dapat diberikan persetujuan dalam penggunaan dalam kondisi emergency."

"Oleh karena itu, pada hari ini, Senin, 11 Januari 2021, BPOM memberikan persetujuan dalam penggunaan dalam kondisi emergency untuk vaksin covid-19 yang pertama kali kepada vaksin corona produksi Sinovac yang bekerjasama dengan PT Biofarma," kata Penny sebagaimana dikutip Tribunnews.com dari tayangan KompasTV.

Dalam penjelasannya, Penny mengatakan izin penggunaan darurat vaksin Sinovac dikeluarkan berdasarkan hasil pembahasan oleh BPOM bersama dengan Komite Nasional Penilai Obat dan para ahli bidang kesehatan terkait yang dilakukan pada 29 Desember 2020, 8 Januari 2021 dan 10 Januari 2021. 

Pembahasan menyangkut tiga hal yakni aspek keamanan, khasiat dan mutu vaksin Sinovac setelah dilakukan uji klinis fase 3 di Bandung terhadap 1.600 subyek. (ryo)

Baca juga: 87 Rekening FPI Diblokir, PPATK Jamin Uangnya Tidak Hilang, Munarman: Rezim Zalim

Baca juga: Masih Ingat Harun Yahya? Pendakwah Ini Dipenjara 1.075 Tahun Karena Kejahatan pada Banyak Wanita

Baca juga: Dolvin Karwur Tepis Kabar yang Beredar di Medsos: Bukan PSBB, Tomohon Terapkan PPKM

Penulis: Ryo_Noor
Editor: Rizali Posumah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved