Jumat, 10 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Hari Ini, KNKT Fokus Cari Black Box Sriwijaya Air SJ 182

Ketika sebuah kecelakaan pesawat terjadi, biasanya selain mencari korban, petugas juga akan mencari kotak hitam atau black box.

Editor: muhammad irham
Tribunnews
Black box pesawat 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Ketika sebuah kecelakaan pesawat terjadi, biasanya selain mencari korban, petugas juga akan mencari kotak hitam atau black box.

Demikian juga dengan yang terjadi dengan pesawat Sriwijaya Air nomor penerbangan SJ182 yang jatuh di Kepulauan Seribu, Jakarta, Sabtu (9/1/2021).

Petugas dari Komite Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT) saat ini tengah fokus mencari black box untuk mengetahui penyebab terjadinya kecelakaan tersebut.

Proses pencarian black box Sriwijaya Air SJ 182 mulai dilakukan Minggu 10 Januari 2021.

Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono mengatakan, dalam pencarian black box Sriwijaya Air SJ 182, pihaknya akan mengkuti koordinasi yang dilakukan bersama Basarnas.

Apa Itu Black Box?

Black box, mungkin menjadi satu alat yang akan dicari tim penyelamat ketika terjadi kecelakaan pesawat terbang.

Perlu diketahui, setiap pesawat komersial atau jet perusahaan harus dilengkapi dengan black box atau "kotak hitam".

Black box ini memang tidak dapat membantu ketika pesawat berada di udara, namun alat ini sangat penting pada kasus pesawat jatuh.

Dengan fungsi yang dimiliki, black box dapat membantu penyelidik untuk mencari tahu apa yang terjadi sebelum kecelakaan pesawat.

Tak ayal black box menjadi alat yang paling dicari, selain penumpang dan kru pesawat ketika terjadi kecelakaan.

Seperti dilansir natgeotv.com, black box terdiri dari dua bagian, yakni perekam data penerbangan (flight data recorder) dan perekam suara di kokpit (cockpit voice recorder).

Kedua peralatan ini sangat penting jika pesawat jatuh karena dapat membantu penyelidikan kecelakaan.

Untuk membantu menemukan perekam suara kokpit dan perekam data penerbangan setelah kecelakaan pesawat yang terjadi di laut, setiap perekam dilengkapi dengan perangkat yang dikenal sebagai Underwater Locator Beacon (ULB).

Perangkat ini akan aktif setelah bersentuhan dengan air dan dapat mentransmisikan dari kedalaman hingga 14.000 kaki.

Walaupun namanya jika diartikan berarti kotak hitam, black box sejatinya tidak berwarna hitam.

Melainkan, berwarna oranye terang.

Hal itu dimaksudkan agar para penyelamat tidak kesusahan dalam menyari keberadaan black box.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved