Breaking News:

Opini

Gus Dur, Maroko, dan Wacana Normalisasi Hubungan Diplomasi dengan Israel

Bagaimana mungkin Indonesia bisa berdiri sebagai mediator, jika Indonesia sedari awal telah memihak dan menutup diri terhadap salah satu pihak.

Editor: Aldi Ponge
Istimewa
Pengamat Pertahanan dan Geopolitik DR Jannus TH Siahaan 

Oleh: Dr Jannus TH Siahaan

(Pengamat Pertahanan dan Geopolitik)

Terkait wacana normalisasi hubungan diplomatik dengan Israel, argumen Gus Dur memang sulit dibantah.

Mustahil Indonesia bisa ikut terlibat aktif dalam perdamaian Timur Tengah, terutama Israel dan Palestina, jika Indonesia tak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel.

Sulit bagi Indonesia untuk berdiri sebagai mediator, jika Indonesia sedari awal telah memihak dan menutup diri terhadap salah satu pihak.

Dan bagaimana mungkin perdamaian diinisiasi, jika komunikasi intensif tidak bisa dilakukan lantaran hubungan diplomatik tidak dibuka. 

Dr Jannus TH Siahaan
Dr Jannus TH Siahaan ()

Begitulah kira-kira argumentasi logis Gus Dur saat menggagas rencana pembukaan hubungan diplomatik Indonesia dengan Israel, selain soal pertimbangan dari George Soros, salah satu kambing hitam krisis Asia 1997,  yang adalah seorang Yahudi.

Jika Indonesia ingin terlibat aktif dalam proses perdamaian, bahkan menjadi salah satu inisiatornya, maka Indonesia harus mempunyai hubungan diplomatik dengan keduanya, sehingga Indonesia bisa mendapat insight yang adil atas kedua pihak

Artinya, justru dengan cara menutup hubungan dengan Israel, Indonesia kehilangan peran untuk terlibat lebih aktif dalam proses perdamaian kedua negara. Dan setelah Indonesia menolak logika Gus Dur tersebut, justru kini Maroko yang memakainya.

Maroko memang melakukan aksi take and give dengan Israel dan Amerika Serikat, di mana kedua negara mengakui kedaulatan Maroko atas daerah bersengketa Sahara bagian barat, lalu Maroko bersedia membuka hubungan diplomatik dengan Israel.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved