Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Penangkapanm Terduga Teroris di Makassar

Densus 88 Tangkap 20 Terduga Teroris Pendukung Khilafah ISIS, 2 Melawan Ditembak Mati

Kepolisian tak main-main dalam memberantas dan menangkap jaringan teroris di Indonesia. Terakhir densus 88 menangkap

Editor: Aswin_Lumintang
ISTIMEWA
Dua terduga teroris ditangkap Tim Densus 88 Mabes Polri di salah satu komplek perumahan di Kecamatan Biringkanaya, Makassar Rabu (612021) pagi. (ist) 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MAKASSAR - Kepolisian tak main-main dalam memberantas dan menangkap jaringan teroris di Indonesia. Terakhir densus 88 menangkap sejumlah terduga teroris di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Penangkapan ini menunjukkan bahwa negara mampu melindungi masyarakat.

Foto mertua dan menantu terduga teroris di Makassar yang tewas tertembak Densus 88. Sumber foto: Istimewa
Foto mertua dan menantu terduga teroris di Makassar yang tewas tertembak Densus 88. Sumber foto: Istimewa (Kolase Tribun Timur/ Sakinah Sudin)

Kapolda Sulsel Irjen Pol Merdisyam mengatakan, total terduga teroris yang ditangkap Tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri, di Makassar sebanyak 20 orang.

Ini diungkapkan Merdisyam saat mendatangi lokasi penangkapan di Perumahan Villa Mutiara, Kelurahan Bolurokeng, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Rabu (6/1/2021) pagi.

"Sebanyak 20 orang, dua di antaranya meninggal dunia karena melakukan perlawanan dengan inisial MR daj SA," kata Merdisyam, kepada wartawan.

Ke 20 orang itu, kata Merdisyam, merupakan jaringan kelompok teror pendukung Khilafah ISIS.

"Adapun keterlibatan dua orang yang meninggal, yang melakukan perlawanan tersebut. Bahwa kedua tersangka bersama jaringannya merupakan yang terpusat di Villa Mutiara merupakan jaringan JAD," ujarnya.

Baca juga: Doa Agar Dikuatkan Menghadapi Cobaan, Hati Menjadi Tenang dan Dihindarkan dari Rasa Kecewa

Baca juga: 4 Fakta Penangkapan Terduga Teroris di Makassar, 20 Orang Ditangkap, Ayah dan Menantu Ditembak Mati

Lebih lanjut, Merdisyam mengatakan MR dan SA itu telah mengikuti baiat ISIS bersama ratusan orang lainnya pada 2015 silam.

"Bersama ratusan jamaah lainnya yang menyatakan baiat pada Khilafah atau ISIS pada tahun 2015 di Pondok Pesantren Al Ridho, pimpinan ustad Basri yang meninggal di Nusakambangan dalam kasus teror," bebernya.

Baca juga: Satgas Covid-19: 1,1 Juta Orang Terpantau Berada di Tempat Wisata saat Libur Nataru

Selain itu, kata Merdisyam, MR dan SA juga kerap melakukan kajian khusus Daulah.

"Kemudian juga melakukan kajian khusus pendukung Daulay di Villa Mutiara dan yayasan Al Ridho," terang Merdisyam.

Tidak hanya itu, keduanya beserta keluarga juga pernah bermaksud atau berupaya bergabung ISIS untuk ke Syuriah pada 2016.

Aksi Densus 88 menangkap teroris.
Aksi Densus 88 menangkap teroris. (ANTARA)

"Namun berhasil dibatalkan atau digagalkan di bandara Soetta (Jakarta)," tuturnya.

Saat ini, jenazah MR dan SA sudah berada di ruang Forensik Dokpol Biddokkes Polda Sulsel. Rencananya kedua jenazah akan diautopsi. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul 20 Terduga Teroris Ditangkap di Makassar, Dua Diantaranya Ditembak Mati karena Melawan, https://www.tribunnews.com/regional/2021/01/06/20-terduga-teroris-ditangkap-di-makassar-dua-diantaranya-ditembak-mati-karena-melawan.

Editor: Eko Sutriyanto

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved