Breaking News:

RHK Selasa 5 Januari 2021

RENUNGAN - Dipenjara Demi Kristus

Jemaat Kristen mula-mula, luar biasa. Baik pekerjaan pekabaran Injil atau pelayanannya, maupun penderitaannya.

ilustrasi 

Roma 16:5-7

TRIBUNMANADO.CO.ID - Jemaat Kristen mula-mula, luar biasa. Baik pekerjaan pekabaran Injil atau pelayanannya, maupun penderitaannya. Tak terkecuali Paulus dan teman-teman sekerjanya. Tapi, itu tak membuat mereka takut dan gentar.

Begitulah pengalaman dan perjalanan pelayanan Rasul Paulus dan tim pelayanannya. Mereka dipakai secara luar biasa oleh Kristus, tapi orang yang iri, sirik, dengki dan merasa tersaingi, menista dan menyiksa mereka.

Paulus pun dipernjara bersama teman-temannya karena Injil. Tapi tekanan dan ancaman penjara tidak menyurutkan semangat mereka mengabarkan Injil Kristus. Malah mereka semakin semangat. Itulah yang mengesankan Rasul Paulus sehingga dia mengapresiasi teman-teman seperjuangan dan sepelayanannya dengan menitip salam.

Renungan
Renungan (Istimewa)

Demikian firman Tuhan hari ini.
Salam kepada Andronikus dan Yunias, saudara-saudaraku sebangsa, yang pernah dipenjarakan bersama-sama dengan aku, yaitu orang-orang yang terpandang di antara para rasul dan yang telah menjadi Kristen sebelum aku." (ay 7)

Dalam suratnya kepada jemaat di Roma, Paulus dengan tulus menyapa mereka sebagai tanda terima kasih atas pengorbanan dan kesetiaan mereka melayani Kristus, meski diperhadapkan dengan ancaman bahaya termasuk penjara menghadang.

Tidak hanya itu. Nyawa Paulus dan penginjil-penginjil jemaat mula-mula lainnya diancam akan dibunuh. Namun Paulus dan timnya tidak gentar. Sebab bagi mereka hidup adalah untuk Kristus dan mati adalah keuntungan.

Di antara para penginjil itu banyak juga yang berasal dari kalangan orang terpandang dan sudah lebih dahulu dari Paulus menjadi Kristen. Mereka semuanya menyatu hati dan sangat bersemangat melayani Kristus tanpa rasa takut sedikitpun. Bagi mereka, memberitakan Injil adalah segalanya. Sebab Injil adalah kehidupan bagi mereka.

Itulah sebabnya, ancaman bahaya apapun yang menghadang, mereka tak pernah kuatir. Termasuk penjara dan bahaya maut (nyawa) mereka. Mereka mengorbankan segala harta milik bahkan kehidupan mereka semuanya untuk Tuhan. Demikian luar biasanya semangat penginjilan jemaat mula-mula.

Bagaimana dengan kita jemaat masa kini, yang adalah jemaat mula-mula dalam peradaban dunia baru. Sudahkah kita memiliki semangat seperti jemaat mula-mula sehingga Injil tidak berhenti di tangan kita, karena kita tidak mentransformasikan serta melanjutkan penginjilan itu dalam kekinian?

Halaman
12
Editor: Aswin_Lumintang
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved