Sosok

Mengenal Sosok Qasem Soleimani, Jenderal Penting Iran yang Tewas Karena Perintah Presiden Trump

Qasem Soleimani memimpin pasukan elite Quds dari Garda Revolusi Iran, yang bertugas sebagai unit operasi luar negeri di negara Republik Islam tersebut

Editor: Rizali Posumah
dunyanews.tv
Mayjen Qasem Soleimani. Jenderal penting Iran yang tewas dalam serangna udaha terancana Amerika Serikat. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Serangan udara terencana Amerika Serikat menewaskan Mayor Jenderal Qasem Soleimani. 

Jenderal Qasem adalah tokoh militer paling penting bagi Iran

Serangan yang menewaskan Jenderal Top Iran ini terjadi atas perintah Presiden AS Donald Trump, di dekat bandara internasional Baghdad pada Jumat (3/1/2020).

Semasa hidupnya, Qasem Soleimani memimpin pasukan elite Quds dari Garda Revolusi Iran, yang bertugas sebagai unit operasi luar negeri di negara Republik Islam tersebut.

Meski sosoknya sangat krusial, tetapi profil Qasem Soleimani tidak banyak diketahui orang sebelum tahun 2010-an.

Pemakaman Jenderal Iran Qasem Soleimani
Pemakaman Jenderal Iran Qasem Soleimani (YouTube/The Sun)

"Soleimani adalah salah satu yang terkuat di Timur Tengah saat ini, dan tidak ada yang pernah mendengar tentang dia," kata seorang mantan perwira CIA di Irak, kepada majalah The New Yorker pada 2013.

Namun AS menganggapnya sebagai pembunuh kejam, dan pasukan yang dipimpinnya disebut teroris.

Dikutip dari CNN Pentagon mengatakan, Soleimani dan pasukannya bertanggung jawab atas tewasnya ratusan orang Amerika dan pasukan koalisi, serta melukai ribuan lainnya.

Profil Qasem Soleimani

Para pelayat yang menghadiri pemakaman Qasem Soleimani.
Para pelayat yang menghadiri pemakaman Qasem Soleimani. (Kompas.com)

Dilansir dari DW, Qasem Soleimani bergabung dengan Garda Revolusi pada 1979 ketika Ayatollah Ali Khamenei pulang ke Iran, dan memicu jatuhnya Syiah dalam peristiwa yang dikenal sebagai Revolusi Islam.

Ayah dua anak itu berhasil melewati perang brutal Iran vs Irak selama 1980-an dengan selamat, dan akhirnya diserahi jabatan untuk memegang kendali Pasukan Quds tahun 1990-an.

Namun pamornya tidak langsung meningkat. Dia baru dikenal luas sejak invasi yang dipimpin AS ke Irak pada 2003.

"Kalau kita kembali ke tahun-tahun sebelumnya, ada banyak laporan bahwa Soleimani bertanggung jawab menyerang tentara Amerika, saat tahun 2006 dan 2007," kata wartawan Irak Amir Musawy kepada DW.

Jenderal Qasem Soleimani juga turut berkontribusi pada taktik Hezbollah saat perang 2006 melawan Israel, dan mengamankan perjanjian gencatan senjata antara tentara Madhi dan militer Irak pada 2008.

Iran bersumpah akan membalaskan dendam atas kematian Qasem Soleimani. Merekapun menggelar sayembara Rp 1,1 triliun untuk kepala Donald Trump.
Iran bersumpah akan membalaskan dendam atas kematian Qasem Soleimani. Merekapun menggelar sayembara Rp 1,1 triliun untuk kepala Donald Trump. (NY Daily / New York Times)
Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved