Sosok

Sosok Arnold Mononutu, Menteri Asal Manado yang Menegaskan Nama Kota Batavia Menjadi Kota Jakarta

Sebelum berada di bawah kekuasaan Kerajaan Galuh-Pakuan pada abad ke-12, nama kota ini adalah 'Sunda Kelapa'.

Editor: Rizali Posumah
IPPHOS
Arnold Mononutu (ketiga dari kanan), Mohammad Hatta (kedua dari kanan), dan Sultan Hamengku Buwono IX (kanan) meninjau parade militer di Yogyakarta pada tanggal 20 Februari 1948. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Hari ini 30 Desember 1949, Menteri Penerangan RIS (Republik Indonesia Serikat) Arnoldus Isaac Zacharias Momonutu menegaskan Kota Batavia berganti nama menjadi Jakarta.

Penegasan itu dimaksudkan agar tidak adanya lagi sebutan Batavia. Sejak saat itu, nama Ibu Kota Republik Indonesia adalah Jakarta.

Nama tersebut kemudian dikukuhkan kembali pada 22 Juni 1956 oleh Wali Kota Jakarta Sudiro. Saat itu, posisi Jakarta masih menjadi bagian dari Provinsi Jawa Barat.

Hikayat nama Jakarta

Melansir laman Indonesia.go.id, sepanjang sejarahnya, Jakarta mengalami beberapa kali perubahan nama.

Sebelum berada di bawah kekuasaan Kerajaan Galuh-Pakuan pada abad ke-12, nama kota ini adalah 'Sunda Kelapa'.

Konon, keberadaannya telah ada sejak abad ke-5, yaitu saat berada di bawah Kerajaan Tarumanegara.

Namun, berdasarkan penemuan prasasti peninggalan Kerajaan Tarumanegara, tidak ada yang berada di kawasan Jakarta sekarang.

Berdasarkan salah satu prasasti yang ditemukan, yaitu Prasasti Kebon Kopi, nama Sunda Kelapa diperkirakan baru muncul sekitar awal abad 10.

Kemudian, sejak pelabuhan Sunda Kelapa dikuasai Fatahillah pada tahun 1527, namanya diubah menjadi 'Jayakarta'.

Orang-orang barat yang singgah di tempat ini menyebutnya sebagai 'Jacatra'.

Hingga tahun 1619, orang Belanda masih menyebutnya dengan nama tersebut.

Namun, sejak kedatangan Jan Pieterszoon Coon bersama 1.000 pasukannya untuk menghancurkan Jayakarta pada tahun 1619, terjadi perubahan nama kembali.

Melalui kesepakatan De Heeren Zeventien (dewan 17) dari Vereenigde Oost Indische Compagnie (VOC), nama Jayakarta diubah menjadi Batavia pada 4 Maret 1621.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved