Radikalisme di Indonesia
Radikalisme Dinilai Tumbuh karena Mabuk Agama, Eks Kepala BIN: Kita Harus Beriman, Tapi Jangan Mabuk
Terkati hal tersebut diketahui belakangan ini radikalisme di Indonesia tumbuh subur.Terkati hal tersebut diketahui belakangan ini radikalisme di Indon
TRIBUNMANADO.CO.ID - Terkai kasus yang saat ini tengah menjadi sorotan publik.
Terkai hal tersebut hingga mendapat tanggapan dari mantan Kepala BIN.
Ia mengungkit tumbuhnya Radikalisme di Indonesia.
Baca juga: Sedang Bergegas ke Rumah Sakit, 3 Orang Ini Malah Tertimpa Pohon Tumbang di Pinggir Jalan
Baca juga: Tak Terima Ditegur Petugas SPBU karena Tak Pakai Masker, Pria Ini Ludahi Putugas dan Beri Ancaman
Baca juga: Inilah Makanan-makanan Yang Bisa Membuat Mengantuk dan Cepat Tidur, Nasi Putih Satu di Antaranya
Mantan Kepala Badan Intelijen Nasional (BIN) AM Hendropriyono menilai tumbuh sumburnya radikalisme di Indonesia karena masyarakat yang mabuk agama.
Hal itu disampaikan Hendropriyono dalam kanal Youtube Karni Ilyas Club, yang dilihat Tribunnews, Sabtu (26/12/2020).
Awalnya, dia menyebut bahwa Muhammad Rizieq Shihab dan pengikutnya sudah mengingkari Pancasila karena ingin mengganti dengan Syariah.
Namun, Hendropriyono menekankan agar tetap berpegang teguh saja kepada Pancasila.
Karena menurutnya, yang terpenting adalah agar rakyat selamat dan sejahtera.
"Jangan balik mundur terus lah, ya udah, kita yang konsisten saja Pancasila. Rakyat aman, rakyat selamat, dan sejahtera," ujar Hendropriyono.
Mantan Kepala Badan Intelijen Nasional (BIN), AM Hendropriyono.
Begitu pula dengan radikalisme, Hendropriyono menilai tumbuh suburnya radikalisme karena masyarakat yang mabuk agama.
"Jadi kalau HRS masih saja berkobar-kobar mengibarkan radikalisme, radikal di sini konotasinya yang menyukai kekerasan,
anarkisme, dan ini juga akan subur kalau tanahnya subur.
Tanah yang subur untuk akar radikalisme adalah masyarakat yang mabuk agama," katanya.
"Kita harus beragama sesuai Pancasila, kita harus beriman, tapi jangan mabuk.
Karena kalau mabuk, akibatnya tidak disiplin," pungkasnya.
Artikel ibi telah tayang di https://m.tribunnews.com/nasional/2020/12/26/hendropriyono-akar-radikalisme-adalah-masyarakat-yang-mabuk-agama