Breaking News:

Sejarah

Ternyata Pemantik Perang Jawa Pangeran Dipanegoro Lantaran Rentetan Praktik Korupsi Ini

Ternyata alasan Pangeran Diponegoro melakukan perlawanan lantaran rentetan kasus korupsi seperti yang dituturkan dalam artikel berikut ini.

Editor: Rizali Posumah
Fran├žois Vincent Henri Antoine de Stuers/KITLV
Lukisan saat Dipanagara dan 800 pasukannya mendirikan kemah di sebuah delta di Sungai Progo. Pulau tersebut berada di Dusun Meteseh, Kota Magelang, tak jauh dari Wisma Residen Kedu. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Siapa yang tak kenal Pangeran Diponegoro? Seorang tokoh militer tanah jawa yang dijuluki Napoleon Van Java. 

Dia adalah bangsawan yang memilih jalan pandang untuk melawan kezaliman Kolonial Belanda

Ternyata alasan Pangeran Diponegoro melakukan perlawanan lantaran rentetan kasus korupsi seperti yang dituturkan dalam artikel berikut ini.

Pasca lengsernya VOC ke tangan kolonial Belanda yang berada di bawah pengaruh Perancis, Hindia Belanda melakukan perubahan adminsitrasi lewat kepemimpinan Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels.

Tapi praktik korupsi masih marak dilakukan tak hanya oleh pemerintah kolonial, tapi juga pemerintahan Kesultanan Mataram yang membuat Pangeran Dipanagara jadi gerah.

Melalui seminar yang diadakan oleh KPK beberapa tahun silam, Peter Carey menyampaikan "Praktik korupsi sejatinya bukanlah hal yang baru dalam tatanan hidup masyarakat melainkan sudah ada sejak dahulu. Korupsi dianggap mampu merusak tatanan sosial dan bahkan dapat memicu instabilitas politik-ekonomi. Ditengarai, perang Dipanagara pun salah satu penyebabnya adalah praktik-praktik korupsi yang merajalela pada saat itu”.

Onghokham juga dalam Tradisi dan Korupsi, menambahkan bahwa di lingkup kesultanan di Jawa memaknai uang negara adalah uang raja. Pada masa itu pun jual beli jabatan dianggap sesuatu yang legal, dengan cara menyetor upeti kepada raja.

"Di Mataram, tidak ada pusat yang mengurus keuangan negara atau tidak ada sentralisasi keuangan. Setiap jabatan berdiri sendiri dan otonom, yang satu tidak ada huungan dengan yang lain," tulisnya. "Di sini jelas tidak ada pemisahan antara kepentingan pribadi dan umum."

Melalui bukunya yang berjudul Takdir: Riwayat Pangeran Diponegoro, isu korupsi juga menjadi pemicu Perang Jawa.

Ia menuliskan bahwa Pangeran Dipanagara sempat menampar Patih Danureja IV dari Yogyakarta dengan selop akibat penyewaan tanah kerajaan yang diberikan kepada bangsa Eropa.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved