Breaking News:

Opini

Pilkada Dalam Cengkeraman Oligarki

MENGUTIP Pidato Bung Karno “Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah. Jangan meninggalkan sejarahmu yang sudah, engkau akan berdiri di atas vacuum

Editor: David_Kusuma
Istimewa
Donny Rumagit 

Bila mau berkaca pada keberadaan hukum demokrasi klasik, 50% + 1, kemenangan hasil suaranya harus melampaui jumlah DPT, agar dapat dikatakan sebagai kondisi sah secara politis. Apabila tidak, sebenarnya secara sistemik politik, terjadinya abuse of politic atau politic vacuum. Dan, gerakan golput beserta gerakan yang kurang menghendaki pemimpin tersebut adalah bagian dari perjuangan untuk menghindari dari kemapanan struktural dari oligarki yang sementara membangun dinastinya.

Merujuk ke dalam keberadaan parpol, secara analisis, keberadaan reformasi yang hakiki hanya berlangsung dari 1998-2003, karena di era itulah rakyat yang mengatur negara secara bebas dan mandiri. Akan tetapi, era reformasi tinggalah nama, dengan kondisi yang hari ini terjadi.

Parpol di Indonesia sudah tidak ada lagi yang memiliki ideologi secara komprehensif ideal. Semua menjadi kabur kala kepentingan berkuasa lebih diutamakan, sehingga terkikisnya daya literasi dan pendidikan politik secara murni di masyarakat.

Ramalan Bung Karno, akan waspada terhadap kebangkitan neo kolonialisme dan neo imperialisme, hadir di era modern, dengan variabel post truth, pendekatan kekuasaan cenderung kolutif. Melahirkan neo orba. Terbukti dari kecenderungan pola koalisi di dewan dan di akar rumput. Secara ideologis, terbagi 3 parpol koalisi. Pertama, koalisi partai pemerintah. Kedua, koalisi partai nasionalis tapi oposisi. Ketiga, koalisi partai dan masyarakat sipil konservatif agama.

Pola ini pun lahir dengan tindakan represifitas, serta legislatif yang represif hingga terkesan ngebet atau bakuat skali mengesahkan UU berbau oligarki. Plus, jangan lupa presidennya pun dijuluki the smiling president.

Usai diskusi dilanjutkan dengan ibadah menyambut Natal yang dipimpin Bung Afry Pedju, STh ketua cabang GMNI Tomohon 2018-2020. (*)

SUBSCRIBE YOUTUBE TRIBUN MANADO:

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved