Breaking News:

Berita Nasional

Usul Jabatan Presiden 3 Periode, Joko Widodo: 'Nampar Muka Saya, Cari Muka Atau Ingin Menjerumuskan

Isu adanya jabatan Presiden Indonesia diperpanjang sampai 3 periode mulai muncul lagi dipermukaan.

Editor:
Kompas.com/ Wisnu Widiantoro
Presiden Jokowi 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Isu adanya jabatan Presiden Indonesia diperpanjang sampai 3 periode mulai muncul lagi dipermukaan.

Hal tersebut menimbulkan pro dan kontrak dikalangan publik, sehingga hal tersebut langsung ditanggapi pihak istana. 

Pihak Istana Kepresidenan RI melalui Juru Bicara Presiden RI, Fadjroel Rahman, menanggapi wacana yang kembali muncul terkait jabatan presiden bisa sampai tiga periode.

Seperti diketahui, wacana perpanjangan masa jabatan presiden bisa sampai tiga periode ini kembali mengemuka di media sosial akhir-akhir ini.

Berawal dari pernyataan Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari, yang menyampaikan pandangannya terkait dinamika politik pada 2021 setelah rampungnya gelaran Pilkada Serentak yang berlangsung pada 9 Desember 2020 silam.

Dalam pernyataannya, Qodari menuturkan adanya kemungkinan skenario luar biasa berduetnya Joko Widodo dengan Prabowo Subianto.

M Qodari
M Qodari ()

Menurut Qodari, Jokowi memiliki kemungkinan menjabat sebagai presiden dalam tiga periode melalui amandemen UUD 1945.

Selanjutnya, skenario kedua yakni Prabowo maju sebagai calon Presiden RI dengan wakilnya berasal dari PDI Perjuangan.

“Kemungkinan skenario pertama bisa saja terjadi untuk menciptakan stabilitas politik,” kata Qodari dalam sebuah webinar pada Kamis (17/12/2020).

Setelah munculnya pemberitaan ini, warganet lantas kembali menyinggung dan mengomnetari berita mengenai pernyataan Ketua DPR RI, Puan Maharani, pada November tahun lalu.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved