Breaking News:

Sejarah

Motif Politik Dalam Pencatatan Gelar Keturunan Nabi Muhammad Era Ottoman Turki

Memuliakan keturunan Nabi Muhammad atau Ahlul Bayt-nya merupakan salah satu yang dianjurkan.

Editor: Rizali Posumah
NET
Naqibulashraf dari Basra, Irak dan Kota Istanbul pada jaman dulu. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Bagi individu yang memiliki garis keturunan  Nabi, atau yang biasa disebut sayyid, atau habib bagi mereka yang dianggap berilmu di bidang agama adalah suatu penghormatan. 

Dalam masyarakat Islam sendiri, memuliakan keturunan Nabi Muhammad atau Ahlul Bayt-nya merupakan salah satu yang dianjurkan.

Setiap keturunan Nabi Muhammad di Indonesia didokumentasikan, disertifikasi, didata, dan dinasab oleh lembaga Rabithah Alawiyah yang berada di Jakarta.

Gunanya agar menjadikan bukti seseorang bila dirinya adalah seorang sayyid melalui buku seperti sertifikat.

Tapi jauh sebelum kegiatan sertifikasi dilakukan di Indonesia, Kesultanan Ottoman juga telah melakukannya pada abad ke-16.

Temuan ini diungkapkan dalam The Ottoman State and Sescendants of the Prophet in Anatolia and The Balkans (c. 1500-1700) yang ditulis oleh Hülya Canbakal, sejarawan yang berfokus pada sejarah Ottoman dan hukum.

Canbakal mengemukakan bahwa praktik sayidisasi juga dilakukan pada masa kesultanan dan mengandung motif politik karena memiliki banyak keuntungan.

"Dalam beberapa latar belakang sejarah, bagaimanapun, keturunan Muhammad diasumsikan lebih penting sehingga banyak orang, rakyat jelata dan penguasa, sama-sama mengaku sebagai keturunan darinya," tulis Canbakal.

Klaim besar yang terjadi pada abad ke-15 dan 16 juga terjadi disebabkan karena adanya diskriminasi pada etnis, suku, dan agama di bawah kekuasaan Ottoman.

Melalui klaim administrasi tersebut, mereka berharap untuk mendapatkan perlindungan ekonomi dan di sisi pemerintahan juga mendapatkan pengaruh dan kontrol politik pada etnis, suku, dan agama tertentu.

Halaman
123
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved