Penanganan Covid
Maurits dan Hengky Ingatkan Warga Tetap Pakai Masker
Makin menggilanya penyebaran Pandemi Covid-19 pada 4 daerah di Provinsi Sulut, menjadi warning bagi semua komponen dan elemen masyarakat
Penulis: Christian_Wayongkere | Editor: David_Kusuma
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Makin menggilanya penyebaran Pandemi Covid-19 pada 4 daerah di Provinsi Sulut, menjadi warning bagi semua komponen dan elemen masyarakat untuk terus patuh dan taat melaksanakan protokol kesehatan.
Dari data sebaran Covid 19 di Sulut, per Senin (14/12) pukul 18.0 wita seagaimana dirilis Satga Covid Provinsi 4 daerah masuk zona merah.
Ada kota Manado, Kabupaten Minahasa Utara, Kota Tomohon dan Kabupaten Minahasa Tenggara.
Kota Bitung sendiri berada di zona orenge dengan jumlah 811 terkonfirmasi positif Covid 19, 17 meninggal, 137 orang dirawat dan 657 pasien dinyatakan sembuh, berdasarkan data satgas covid 19 provinsi Senin (14/12/2020) pukul 18.00 wita.
Meski masi dalam zona aman sejumlah tokoh masyarakat kembali mengingatkan masyarakat, agar taat dan patuh pada penerapan protokol kesehatan dimana pun pergi dan berada.
Baca juga: Serda Ibrahim Katili Dampingi Penyaluran BLT DD Sembari Imbau Warga Disiplin Prokes
Baca juga: Siswa SD dan SMP Kotamobagu Masuk Masa Libur Panjang Pekan Depan
Baca juga: Kasus Covid-19 di Sulut, 70 Persen Kamar di RS Kandou Terisi, Pasien Bertambah 40% Pasca Pilkada
"Untuk mencegah dan memutus mata rantai pandemi Covid-19, mari seluruh warga kota Bitung yang ada di 69 kelurahan dan 8 kecamatan mematuhi dn taat dengan program pemerintah yaitu 3 M. Memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan pakai sabun di air mengalir," tutur Hengky Honandar Wakil Wali Kota Bitung terpilih, Selasa (15/12/2020).
Lanjut mantan anggota DPRD Provinsi Sulut dari fraksi PDI Perjuangan, 3M sudah menjadi pola baru atau perilaku masyarakat di tengah Pandemi Covid 19 harus terus dan tetap dilakukan terus menerus.
Menurutnya, dengan kesadaraan dan ketaatan warga terhadap Protokol Kesehatan selain menyelamatkan diri dan orang lain, juga sudah membantu tugas dan kerja para tenaga medis dokter dan suster atau perawat.
"Jadi jangan sampai kita kena virus ini dan menambah daftar pasien yang kena covid 19 di Kota, sekali lagi ingat selalu dan lakukan itu 3M," pintanya.
Baca juga: OD-SK Raih 22.724 Suara di Bolsel, CEP-SSL Peringkat Kedua
Imbauan terkait memutus penyebaran pandemi Covid-19 juga datang dari Ir Maurits Mantiri MM Wakil Wali Kota Bitung, bermohon kepada seluruh warga agar jangan menjadikan pakai masker sebagai bentuk keterpaksaan tidak terkena operasi dari petugas satgas Covid-19.
Melainkan jadikan pakai masker sebagai kebiasaan baru, yang harus ditanamkan dalam kehidupan sehari-sehari.
"Apalagi di tengah eforia warga menyambut hasil pleno penetapan rekapitulasi penghitungan suara pemilihan Wali kota, Wakil Wali kota Bitung, Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut kiranya bentuk eforianya jangan mengumpulkan banyak orang," kata Maurits.
Lanjutnya, upaya pencegahan dan memutus mata rantai pandemi covid-19 dengan penerapan protokol kesehatan di tengah melonjaknya angka terkonfirmasi positif di Kota Bitung dan kabupaten kota se-provinsi Sulut.
Baca juga: Yuk Nikmati Lezatnya Ayam Panggang Vanilla Aston, Cuma Rp 299 Ribu, Bisa untuk 5 Orang
Selaku Wali kota Bitung terpilih bersama dengan Hengky Honandar SE Wakil Wali Kota terpilih, bermohon kepada seluruh pendukung, simpatisan, relawan dan semua warga kota Bitung kondisi saat ini direspons dengan sukacita.
Atau meluapkan kegembiraan lewat media sosial, atau orang perorang demi menghormati kemenangan secara prosedural dan penuh iman, tanpa harus melanggarkan protokol kesehatan.
"Pakai masker setiap hari, kemana pun Anda pergi dan berada. Jangan karena ada petugas yang melakukan operasi razia masker, baru kita pakai maskernya. Setelah itu di lepas lagi," kata dia.
Pihak MMHH, akronim dari Maurits - Hengky, akan mendatangi secara langsung warga sebagai obat, kerinduan atas hasil perjuangan menang di Pilkada.
MMHH akan temuai warga, pendukung, simpatisan dan relawan tanpa memberi tahu waktunya kapan.
Baca juga: Resep Kue Kering Khas Natal: Nastar Nanas Kismis
"Meski kami capek kami akan turun ke lokasi warga, dari Kasawari hingga Sagerat, dari Batuputih hingga pancuran. Dengan cara ini tidak menimbulkan kerumunan massa yang bereforia merayakan kemenangan pesta demokrasi," tandasnya.
Terpisah dr Jeanet Watuna, Kepala Dinas Kesehatan juga Satgas Covid-19 Kota Bitung menambahkan, terkait upaya pencegahan dan penanggulangan pandemi Covid-19 pihaknya terus mem-push dan meningkatkan program pemerintah kota 5M dan 3T.
Program 5M yang dijabarkan mulai dari memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, makan bergizi, olahraga teratur, serta mohon doa kepada Tuhan agar tidak kena pandemi. Untuk 3T yaitu treacing, treking dan treatment.
Baca juga: Total Jumlah Pasien Covid-19 di Indonesia, Kasus Baru Terus Meningkat
"Kami juga akan meningkatkan operasi Yustisi dengan merazia warga yang tidak pakai masker dan tidak menerapkan protokol kesehatan, di tempat, umum dan fasilitas umum seperti pasar, terminal, pusat pertokoan dan lainnya," kata Watuna.
Selain itu pihaknya tengah menunggu turunan dari keputusan rapat satgas provinsi dengan Kapolda Sulut, untuk dibuatkan Perwako atau aturan Wali Kota Bitung.
Karena kota Bitung berada dekat dengan daerah zona merah atau episentrum penyebaran covid-19, yaitu Minut dan Kota Manado.(crz)
Baca juga: Hendropriyono: Radikalisme ABB Sudah Diikuti HRS, Sayangkan Politikus yang Manfaatkan
SUBSCRIBE YOUTUBE TRIBUN MANADO: