Rabu, 6 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

BBM 1 Harga

Perluas Jangkauan Energi bagi Masyarakat, Pertamina Sulawesi Hadirkan BBM 1 Harga di Gorontalo

Tepat di HUT ke-63 Pertamina yang jatuh pada tanggal 10 Desember, Pertamina Regional Sulawesi meresmikan beberapa program strategis

Tayang:
Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Chintya Rantung
Istimewa/Dok. Pertamina MOR VII Sulawesi
Pertamina meresmikan SPBU BBM 1 Harga di Gorontalo Utara dan 10 outlet Bright Gas baru di Sulsel. Program ini diluncurkan bertepatan dengan HUT ke-63 Pertamina. 

TRIBUNMANADO.CO.ID – Sebagai BUMN, Pertamina memiliki tanggung jawab besar untuk menyediakan energi di seluruh pelosok negeri.

Pertamina terus maju demi menyalurkan energi dengan berbagai tantangan distribusi yang dihadapi.

Dalam menjalankan misi tersebut, Pertamina terus berupaya mengembangkan kemampuan dan kapabilitas agar dapat memenuhi aspek ketersediaan, kemudahan akses, keterjangkauan, pengembangan energi hijau dan BBM berkualitas tinggi serta keberlanjutan.

Tepat di HUT ke-63 Pertamina yang jatuh pada tanggal 10 Desember, Pertamina Regional Sulawesi meresmikan beberapa program strategis untuk mendorong pemerataan akses energi agar bisa dinikmati hingga penjuru negeri.

Pertama, Pertamina meresmikan SPBU BBM 1 Harga di Desa Deme I, Sumalata Timur, Kabupaten Gorontalo Utara, Gorontalo.

Program BBM 1 Harga merupakan salah satu implementasi nawacita Presiden RI dan mewujudkan sila kelima Pancasila.

Kehadiran SPBU ini menambah capaian SPBU BBM 1 Harga di Sulawesi menjadi lima titik.

Sebelumnya masyarakat membeli BBM eceran seharga Rp 9 ribu hingga Rp 10 ribu, kini mereka dapat menikmati BBM dengan harga Rp 6.450 per liter untuk Premium dan Rp 5.150 untuk Solar.

Turut hadir dalam peresmian tersebut Bupati Gorontalo Utara H. Indra Yasin, Sales Area Manager Sulutgo Fachrizal Imaduddin dan Ketua Hiswana Migas DPC VI Gorontalo Muhlis Bomulo.

Keberadaan BBM 1 Harga ini sangat mendukung pertumbuhan ekonomi sebagai efek domino dari keterjangkauan harga BBM di suatu daerah yang termasuk kategori 3T, yakni Terluar, Tertinggal, Terdepan.

Ahmad Fulan, salah seorang warga yang mendapatkan pengisian perdana SPBU BBM 1 harga ini mengungkapkan, keberadaan SPBU ini sangat vital mengingat jarak lokasi ini dengan SPBU terdekat adalah  49 Km.

“Dulu kadang beli BBM eceran di pinggir jalan dan harganya mahal. Sekarang dengan adanya SPBU disini, kami tidak perlu jauh-jauh untuk mendapatkan BBM,” ujarnya.

Pria yang berprofesi sebagai nelayan ini juga menuturkan bahwa koperasi nelayan yang menaunginya direkomendasikan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan setempat untuk mengambil BBM untuk nelayan di SPBU di Kecamatan Kwandang yang lebih jauh lagi yakni 60 Km.

“Untuk membeli BBM untuk melaut saja sudah habis waktu di perjalanan,” pungkasnya.

Program Kedua yang diresmikan bertepatan dengan HUT Pertamina  adalah Pertashop pertama milik masyarakat umum di Sulawesi yang dioperasikan perdana di Desa Dimembe, Kecamatan Dimembe Minahasa Utara.

Sebelumnya, Pertashop merupakan penugasan Pemerintah, kerjasama Kemendagri dan Pertamina yang diberikan untuk desa berprestasi dengan skema operasi dimiliki Pertamina dan dioperasikan masyarakat.

Demi memperluas jangkauan energi, Pertamina membuka kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat umum untuk dapat memiliki Pertashop dan mengoperasikannya secara mandiri.

Program Ketiga berada di Luwu Raya dan Toraja. Dalam rangka mencetak sociopreneur--wirausahawan yang memiliki misi sosial--Pertamina mencetak 10 Outlet Bright Gas baru.

10 Outlet tersebut antara lain Panti Asuhan Uswatun Hasanah, Panti Asuhan Opu Daeng Risau, Ponpes Datuk Sulaiman, Ponpes Tahfidz Namierah, Yayasan Pendidikan Al Qur’an Al Fatah untuk Kota Palopo. Panti Asuhan Kristen Tangmentoe di Toraja Utara.

Pusat Pengembangan Difabel RBM Toraja di Tana Toraja. Lembaga Anak Sosial Darussalam di Luwu Timur. Ditambah Ponpes Karya Mulya di Luwu Utara dan Yayasan Hidayatullah di Luwu.

Pertamina melalui Sales Branch Manager V Sulseltra, Arthur Kemal bersama Hiswana Migas DPC III memberikan Bantuan tabung Bright Gas 12 kg dan 5,5 kg secara simbolis di Ponpes Datuk Sulaiman Kota Palopo.

Tabung tersebut diberikan secara cuma-cuma sebagai modal awal untuk memperoleh keuntungan. Kedepannya mereka akan menjadi channel distribusi Pertamina untuk Produk LPG Non Subsidi.

Keuntungan dari penjualannya diharapkan dapat menggerakkan lembaga sosial menjadi berdaya dan mandiri.

KH Syarifuddin Daud, Pengurus Ponpes Datuk Sulaiman yang juga Pengurus MUI Palopo mengamini hal tersebut, ia pun mendorong semua pihak untuk berkolaborasi bersamanya melalui konsep serupa.

“Apa yang diinisiasi Pertamina ini adalah konsep khairunnas ‘anfauhum linnas (sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi sesama) yang juga pasti diimani agama lainnya dan bahwa sebetulnya Pesantren dapat mewujudkan kemandirian ekonomi untuk memberikan kebermanfaatan bagi lingkungan disekitar,” katanya.

Unit Manager Comm, Rel dan CSR MOR VII Laode Syarifuddin Mursali mengatakan, ketiga program tersebut dilakukan sebagai kado Pertamina untuk masyarakat Indonesia dalam momen perayaan HUT Pertamina ke-63.

“BBM 1 Harga, Pertashop, Outlet LPG Nonsubsidi dengan konsep Sociopreneur ini didorong secara serius oleh Perusahaan sebagai dukungan untuk kedaulatan energi nasional dan memperluas pemerataan akses energi,” ujar Laode.(ndo)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved