Pilkada OKU

Menang Hitung Cepat, KPK Tahan Calon Wakil Bupati OKU Johan Anuar

Johan Anuar menjadi cawabup berpasangan dengan Kuryana Aziz. Keduanya merupakan petahana yang diusung banyak partai melawan kotak kosong.

Tribun Manado
Johan Anuar, calon Wakil Bupati OKU 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menang hitung cepat, KPK tahan Calon Wakil Bupati OKU Johan Anuar

Johan belum sempat merayakan kemenangan atas hasil Pilkada OKU.

Calon Wakil Bupati Ogan Komering Ulu (OKU)  itu diduga terlibat kasus korupsi pengadaan tanah pemakaman umum di Kabupaten OKU, Sumatera Selatan tahun anggaran 2013.

Plt Juru Bicara Penindakan KPK Ali Fikri mengatakan, tersangka Johan Anuar dilakukan penahanan rutan oleh penuntut umum KPK selama 20 hari.

"Terhitung sejak 10 Desember 2020 hingga 29 Desember 2020 di Rutan Polres Jakarta Pusat," kata Ali Fikri dalam keterangannya, Kamis (10/12/2020).

Diketahui, Johan Anuar menang sementara di Pilkada OKU.

Johan Anuar menjadi cawabup berpasangan dengan Kuryana Aziz.

Keduanya merupakan petahana yang diusung banyak partai melawan kotak kosong.

Ali menerangkan, perkara ini adalah salah satu bentuk koordinasi dan supervisi yang dilakukan oleh KPK bersama dengan Polda Sumatera Selatan.

Pada 24 Juli 2020, perkara Johan telah diambil alih penanganannya oleh KPK.

Sebelumnya, Johan Anuar telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Sumatera Selatan dengan sangkaan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasana Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Dalam kasusnya, Johan Anuar yang menjabat Wakil Ketua DPRD Kabupaten OKU Sumatera Selatan diduga sejak 2012 telah menyiapkan lahan yang akan ditawarkan ke Pemkab OKU untuk kebutuhan TPU.

Ia menugaskan Nazirman dan Hidirman untuk membeli lahan dari berbagai pemilik tanah dan nantinya tanah-tanah tersebut diatasnamakan Hidirman.

Johan Anuar juga diduga telah mentransfer uang sebesar Rp1 miliar kepada Nazirman sebagai cicilan transaksi jual beli tanah untuk merekayasa peralihan hak atas tanah tersebut sehingga nantinya, harga NJOP-nya yang digunakan adalah harga tertinggi.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved