Breaking News:

Sejarah

Sosok Jenderal Abdul Haris Nasution, Konseptor Dwifungsi ABRI, Penulis Buku Pokok-Pokok Gerilya

Abdul Haris Nasution adalah salah satu dari tiga tokoh militer Indonesia yang menyandang pangkat Jenderal Besar, duanya lagi Soeharto dan Soedirman. 

Editor: Rizali Posumah
Istimewa
Jenderal TNI AH Nasution, penggagas doktrin Dwifungsi ABRI, penulis buku Pokok-pokok Gerilya. 

Ayahnya sangat relijius, anggota dari organisasi Sarekat Islam. Ayahnya menginginkan Nasution belajar di Sekolah Agama. 

Sementara Ibunya ingin Nasution kelak menjadi dokter.

Tahun 1932 Nasution berhasil menyelesaikan pendidikan di Hollandsche Inlande School (HIS).

Selanjutnya ia bersekolah di Raja Hoofden School, sekolah pamong praja di Bukit Tinggi.

Tahun 1935, Abdul Haris Nasution merantau ke Bandung. Di sana ia melanjutkan pendidikan di Hollandsche Inlandsche Kweekchool (HIK), sebuah sekolah guru menengah.

Kemudian ia mengikuti ujian Algemene Middelbaare School B (AMS) di Jakarta. Hal ini menyebabkan ia memperoleh dua ijazah sekaligus pada 1938.

Setelah berhasil menempuh pendidikan, ia kemudian menjadi guru di Bengkulu dan Palembang.

Pada masa ini Abdul Haris Nasution mulai dikenal dengan nama Pak Nas.

Namun, pekerjaan sebagai guru kurang cocok baginya.

Di masa Perang Dunia II, Belanda diinvasi oleh Jerman. Hal ini mendorong para petinggi militer Belanda di negara jajahan, Hindia Belanda (Indonesia) merekrut perwira militer dari kalangan Bumi Putera.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved