Breaking News:

Sejarah

Sosok Jenderal Abdul Haris Nasution, Konseptor Dwifungsi ABRI, Penulis Buku Pokok-Pokok Gerilya

Abdul Haris Nasution adalah salah satu dari tiga tokoh militer Indonesia yang menyandang pangkat Jenderal Besar, duanya lagi Soeharto dan Soedirman. 

Editor: Rizali Posumah
Istimewa
Jenderal TNI AH Nasution, penggagas doktrin Dwifungsi ABRI, penulis buku Pokok-pokok Gerilya. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Hari ini 3 Desember 1918 di Desa Hutapungkut, Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatra Utara, Abdul Haris Nasution lahir.

Abdul Haris Nasution adalah salah satu dari tiga tokoh militer Indonesia yang menyandang pangkat Jenderal Besar, duanya lagi Soeharto dan Soedirman

Kiprahnya untuk kemerdekaan Indonesia tak dapat diragukan lagi. Ketika Indonesia diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945, Nasution yang kala itu bekas didikan Akademi Militer Belanda bergabung ke dalam militer Indonesia. 

Pengalamannya selama menjalani perang mempertahankan kemerdekaan Indonesia dituangkannya ke dalam buku berjudul Pokok-pokok Gerilya. 

Nasution juga adalah konseptor daripada Dwifungsi ABRI yang disampaikan pada tahun 1958.

Konsep ini dikemudian hari diadopsi oleh Soeharto.

Sebenarnya Dwifungsi ABRI merupakan konsep jalan tengah Tentara di dalam pemerintahan.

Di mana tentara tidak harus berada di bawah kendali sipil, namun juga tidak boleh mendominasi pemerintahan karena akan menjadi sebuah kediktatoran militer. 

Awal hidup

Abdul Haris Nasution
Abdul Haris Nasution (Istimewa Via WartaKotaLive.com)

Nasution Ilahir dari keluarga Batak, anak tertua dari dua bersaudara pasangan Abdul Halim Nasution dan Zahara Lubis.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved