Pengganti Edhy Prabowo
Rakyat Suka Fadli Zon Jadi Oposan Pemerintah, Prabowo Jangan Usul Fadli Menteri, Gerindra Jeblok
Entah ini bagian dari trik ataupun manuver politik Partai Gerindra. Yang pasti, meski pun sang Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto sudah
TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Entah ini bagian dari trik ataupun manuver politik Partai Gerindra. Yang pasti, meski pun sang Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto sudah dijadikan Menteri Pertahanan di Kabinet Joko Widodo dan Ma'ruf Amin.
Namun, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra bernama Fadli Zon masih sering mengkritik kebijakan pemerintahan Jokowi.

Bahkan, beberapa kali Fadli Zon mengkritik yang sifatnya personal ke Presiden Joko Widodo. Karena itu, jika Fadli Zon yang diusulkan Prabowo Subianto menggantikan rekannya Edhy Prabowo, maka diprediksi akan berdampak ke Partai Gerindra.
Fadli Zon diisukan akan menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan, menggantikan Edhy Prabowo yang kini menjadi tersangka kasus dugaan suap perizinan ekspor benih lobster oleh KPK.
Pengamat Politik Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komaruddin mengatakan, selama ini yang menjadi ganjalan rekonsiliasi antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto, yaitu sikap Fadli Zon yang kerap mengkritik pemerintah.
"Kita tahu, Gerindra sudah masuk ke pemerintahan, tapi Fadli Zon masih hobi mengkritik pemerintah. Ada di dalam pemerintahan, tapi masih mengkritik pemerintah," papar Ujang saat dihubungi, Jakarta, Jumat (27/11/2020).
"Jika Fadli Zon diusulkan jadi menteri oleh Prabowo. Itu artinya, tidak akan ada lagi kritikus handal ke pemerintah dan Gerindra akan main aman, dengan cara tidak akan mengkritik pemerintah lagi," sambung Ujang.
Baca juga: Cerita Atlet Menembak Cantik di Masa Pandemi Covid-19, Tetap Pake Masker saat Latihan
Baca juga: Olly Dondokambey Cabut 51 IUP tak Jelas Agar Pertambangan Dinikmati Rakyat
Baca juga: Daftar Perusahaan yang Buka Lowongan Kerja, Bergaji Rp 45 Juta per Bulan, Ini Posisi yang Dicari!
Namun, kata Ujang, jika isu Fadli Zon tersebut menjadi kenyataan, maka elektabilitas Partai Gerindra akan stagnan atau malah bisa turun.
Sebab, dalam beberapa survei terakhir, elektabilitas Gerindra naik karena Fadli Zon memposisikan diri sebagai pengkritik pemerintahan Jokowi.
"Rakyat lebih suka pada partai yang kritis kepada pemerintah, daripada sekedar mengekor pemerintah," tutur Ujang.
Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Choirul Arifin